Monday, 22 August 2016

PAJAK untuk Cinta kita pada Negara bro...

Dalam membangun hidup bernegara perlu biaya untuk melayani kepentingan masyarakat dalam mendapatkan kesejahteraan bersama. Prof. Dr. H. Rochmat Soemitro, SH mengatakan  bahwa  pajak itu suatu iuran rakyat berasal dari rakyat kepada kas negara yang mengacu atas dasar undang-undang yang bersifat dipaksakan dengan tanpa memperoleh pengeluaran umum. agar dapat membiayai segala pengeluaran rutin Negara dan surplusnya akan digunakan untuk public saving yang merupakan sebuah sumber utama dalam membiayai public investment.

Fungsi pajak bila dilihat dari kata kegunaan itu lebih cenderung kepada kegunaan pokok atau manfaat pokok dari pajak itu sendiri.diantaranya:

  1. Sebagai sumber dana bagi Negara
  2. Sebagai alat mengatur atau melaksanakan kegiatan pemerintah di bidang sosial dan ekonomi.
  3. Digunakan untuk membangun fasilitas umum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dan sebagai  stabilisasi ekonomi.


Alasan pemungutan pajak dari teori kepentingan, bahwa negara berhak memungut pajak karena penduduk negara tersebut mempunyai kepentingan pada negara, makin besar kepentingan penduduk kepada negara maka makin besar pula pajak yang harus dibayarnya kepada negara.

Negara satu-satunya badan atau pihak yang memiliki hak untuk dapat memungut pajak. Pajak tersebut mesti berupa uang, dan bukanlah dalam bentuk barang (goods).  Artinya pajak itu bisa dimaknai sebagai bentuk balas jasa yang sudah diberikan oleh masyarakat untuk pemerintah berdasarkan fasilitas-fasilitas yang bisa kita nikmati untuk bisa hidup layak dalam suatu negara.

Mari kita uraikan soal public saving dan public investment.

Public saving adalah pendapatan pajak yang tersisa pada pemerintah setelah di kurangi pengeluaran pemerintah. Dengan adanya tabungan (saving) ini memungkinkan terjadinya penanaman modal,  dimana penanaman modal akan memperbesar kapasitas produksi ekonomi (tanpa sektor luar negeri) dalam kondisi full employment  dan tanpa mobilitas capital,  tabungan menjadi penting bagi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, yang mekanismenya  lewat pertumbuhan investasi.
Bagian dari pendapatan yang dapat dibelanjakan tapi tidak dikeluarkan untuk konsumsi merupakan tabungan masyarakat (public saving). Penggabungan antara tabungan masyarakat dan tabungan pemerintah dapat membentuk tabungan nasional yang merupakan sumber “dana investasi”.

Public Investment, adalah investasi atau penanaman modal yang dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah yang sifatnya resmi, bertujuan melayani dan menciptakan kesejahteraan bagi rakyat banyak.
Kesejahteraan masyarakat suatu bangsa secara umum tergambar oleh “Produk Domestik Bruto” (PDB), atau Gross domestic product (GDP), yang dihasilkan oleh Negara tersebut. Semakin tinggi PDB, semakin sejahtera masyarakatnya. Dengan demikian, maka tingkat kesejahteraan masyarakat berkaitan erat dengan perkembangan investasi, yaitu berupa “penciptaan nilai tambah (value added)”

Pemerintah mempunyai peranan penting dalam pengembangan investasi nasional, baik yang dilakukan oleh negara melalui APBD berupa investasi publik, maupun investasi yang dilakukan oleh swasta (private), domestik, maupun asing. Maka peran ini tidak boleh hilang, dibatasi atau tidak bisa dihalangi atau dihilangkan oleh alasan globalisasi, atau perdagangan bebas, ataupun alasan lainnya karena hakikat bernegara ada tiga hal yaitu adanya:
  1.  Wilayah
  2.  Rakyat yang diperjuangkan kepentingannya. 
  3.  Pemerintah yang berdaulat, baik ke dalam maupun ke luar

Jadi berdasarkan fungsi dari penyelenggara Negara itu untuk kesejahteraan dan keadilan masyarakat, maka pemerintah tidak boleh menyerahkan perkembangan investasi kepada mekanisme pasar atau pihak swasta saja. Namun harus mengatur dan mengawasinya.
Untuk mengenal jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah ke masyarakat didasari subjek dan objek pajak, antara lain:

Pajak tidak langsung.

Pajak tidak langsung  yang dikenakan wajib pajak hanya kalau wajib pajak melakukan suatu bentuk perbuatan atau peristiwa tertentu. Oleh sebab itu, pajak tidak langsung itu tidak bisa dilakukan pungutan secara berkala, pajak hanya dapat dipungut kalau terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang dapat menimbulkan kewajiban dalam membayar pajak.

Contohnya; Pajak penjualan dari barang mewah, pajak tersebut hanya dapat dikenakan, kalau sudah ada wajib pajak yang telah melakukan penjualan terhadap barang mewah.

Pajak langsung

Pajak langsung yang dikenakan secara berkala pada wajib pajak tersebut dimana berdasarkan adanya surat ketetapan pajak yang telah dibuat besarannya oleh kantor pajak.Pajak langsung ini mesti dipikul secara sendiri-sendiri oleh si wajib pajak, sebab pajak tersebut tak bisa dialihkan untuk pihak lain, berbeda halnya dengan pajak tidak langsung yang memang bebannya dapat dialihkan untuk pihak lain.

Contoh pajak langsung yakni pajak penghasilan dan PBB atau Pajak Bumi dan bangunan.
Kemudian ada yang disebut pajak daerah dan pajak negara.

Pajak Negara

Pajak negara ialah suatu pajak yang diperoleh atau dipungut oleh pemerintah pusat lewat aparatnya yakni dirjen pajak, dirjen bea dan cukai dan kantor inspeksi pajak yang sudah tersebar di seluruh indonesia.

Contoh pajak negara yakni pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, bea materai, pajak penjualan atas barang mewah dan pajak penghasilan.

Pajak daerah

Pajak daerah ialah suatu pajak yang telah dipungut oleh pihak pemerintah daerah dan terbatas di rakyat daerah itu sendiri, baik yang telah dilakukan oleh Pemda tingkat I maupun pada Pemda tingkat II.

Contoh pajak daerah yakni pajak hotel, pajak restoran, pajak sarang burung, pajak hiburan, pajak televisi dan pajak radio.

Kalau ditinjau dari objek dan subjek pajak.

1.    Pajak subjektif

Pajak subjektif, yakni  pajak yang pada pemungutannya itu berdasarkan atas subjeknya atau orangnya, dimana pada keadaan diri pajak itu bisa mempengaruhi jumlah yang mesti dibayar. Contoh pajak subjektif;  yakni pajak kekayaan dan pajak penghasilan.

2.    Pajak objektif

Pajak objektif, yakni  pajak yang pada pemungutannya itu berdasarkan dari objeknya. Contoh pajak objektif; yakni pajak impor, pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan, bea materai, bea masuk dan pajak kekayaan dan sebagainya.

Meski kita merasa cinta tanah air dan berjiwa patriot pembela bangsa dan negara, tidak semua kita diwajibkan "membayar" pajak (meski dalam ranah aturan formal, boleh jadi ia hanya terikat kewajiban "melapor"). Siapa dan setelah kapan kita diwajibkan membayar pajak ditentukan dalam UU materil pajak itu sendiri (UU PPh) dan kemudian tata caranya ditentukan dalam UU formal pajak (UU KUP).

Jika kita merasa sebagai "orang pribadi" atau "manusia" yang yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada  di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia, maka kita boleh disebut sebagai "Subjek" pajak, yakni siapa-siapa yang pada suatu saat akan diwajibkan membayar pajak. Hal ini juga berlaku bagi suatu harta waris yang belum sempat dibagikan. (Pasal 2 UU PPh)

Si-Subjek Pajak ini akan jatuh pada kewajiban "membayar" pajak jika ia mendapat/memperoleh  penghasilan. Penghasilan itulah yang menjadi "Objek" pajaknya.

Apa yang dimaksud dengan  "penghasilan" itu? Yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi (termasuk nyicil utang/leasing) atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak  yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun. (Pasal 4 UU PPh)

Nah, setelah memperoleh penghasilan pun belum tentu harus membayar pajak, karena untuk mengupayakan adanya rasa keadilan, si Subjek Pajak tadi harus dilihat perolehan objek penghasilan sampai dengan nilai PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak)

Kita harus mengetahui "jurus" dasar menghitung pajak supaya kita tahu dan memahami dalam  mengidentifikasi: 

  • Siapa Subjek,
  • Siapa Objek, 
  • PTKP
  • Tarif atau formula atau rumus menghitung dan 
  • Tata cara/aturan main.


Artinya kita wajib membayar pajak yang terutang (yang kita hitung sendiri) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, dengan tidak menggantungkan pada adanya surat ketetapan pajak (penghitungan pajak oleh petugas pajak). (Pasal 12 UU KUP)

Inilah yang membedakan PPh dengan pajak lainnya seperti pajak kendaraan dan PBB yang dhitung dulu oleh si petugas, baru kita bayar.

Dengan demikian, kita  dapat berlaku "jujur" dalam menghitung pajak kita sendiri itu seraya kemudian "ikhlas" akan hasil perhitungan tadi, harus berapakah pajak kita disetorkan sebagai bukti cinta dan bakti kita untuk NKRI ini.

Jika kita berlaku curang, maka sama saja kita dengan koruptor yang justru hampir tiap hari kita ikut mencaci dan menyumpahi mereka.

Menurut hemat penulis sebagai muslim, hendaknya kita bisa memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga yang mencintai Negara kelahirannya, dan selalu berpegang teguh pada perintah Allah SWT:

"Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. Al-Isra': 35)

Terakhir sebelum penulis akhiri tulisan ini, dalam beberapa waktu ini pemerintah sudah menggulirkan kebijakan “TAX AMNESTY” rasanya kita kadang suka merasa curiga dan antipati mendengar kata atau kalimat; pajak..pajak..pajak lagi deh…pemerintah kita ini kayak gak kreatif cari income bagi negara kecuali menambah sengsara masyarakat..” 

Padahal kita kadang suka berburuk sangka tanpa tahu apa tujuan dan maksud kebijakan ini. Penulis bukan petugas pajak namun ingin berkontribusi memberikan pemahaman yang penulis ketahui kepada pembaca. Agar pembaca memahami tujuan kebijakan pemerintah ini.

Arti sederhana dari “tax amnesty “ itu pengampunan pajak, artinya penghapusan pajak bagi Wajib Pajak (WP) yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan imbalan menyetor pajak dengan tarif lebih rendah.

Jadi intinya bahwa, tidak semua yang ikut amnesty adalah pengemplang atau Wajib Pajak nakal. Kedua, uang tebus ini bukan tarif pajak normal, uang tebus ini adalah uang persentase terhadap aset yang belum pernah dilaporkan, sedangkan tarif pajak normal dikalikan dengan income yang diterima orang dalam setahun. Ketiga kebijakan tax amnesty ini selain untuk pemilik NPWP yang sudah menjadi wajib pajak bisa untuk memperbaiki atau mendeklarasi harta yang belum dilaporkan, dan juga bermanfaat untuk orang yang belum punya NPWP sehingga dia mulai catatan sejarah, catatan pajaknya dengan clear dan tidak dengan lagi catatan masalah di masa lalu lagi. Keempat, tax amnesty ini berlaku sampai September 2018 dan selanjut ada program “Voluntary Declaration”, dikutip dari http://www.kemenkeu.go.id/taxamnesty

Dengan dilakukannya tax amnesty ini, diharapkan para pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri itu akan memindahkan dananya ke Indonesia dan menjadi WP baru yang patuh sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara. Kebijakan ini sudah pernah di luncurkan di tahun 2008 ( sunset policy ).

Latar belakang kebijakan ini untuk menaikan penerimaan anggaran dalam APBN kita baik di tahun ini atau tahun-tahun sesudahnya yang akan membuat APBN kita lebih tumbuh berkelanjutan. Otomatis ini akan banyak membantu program-program pembangunan tidak hanya infrastruktur tapi juga perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Semoga, kontribusi yang kita tunaikan untuk negara disambut dengan amanahnya pemimpin dan penyelenggara negara kita, sehingga tujuan mulia semua warga negara mengikat perjanjian kenegaraan untuk mensejahterakan kita bersama dapat tercapai.

Semoga.



By: EM

Saturday, 23 July 2016

Hari Esok Untuk Anak Anak Kita.

Anak merupakan aset penting bagi sebuah bangsa, sehingga pendidikan dan pengasuhan yang diberikan harus mampu meningkatkan kualitas anak dimasa mendatang. Pendidikan harus dinomorsatukan, akan tetapi pola pendidikan yang diberikan harus mengarah pada potensi yang kita punyai. Artinya, bagaimana membangun nilai-nilai kerja keras, optimisme pada anak, bagaimana membangun karakter yang siap tahan banting serta berani bersaing. Selain pendidikan di bangku sekolah, pembangunan nilai-nilai luhur kepada sang anak juga sangat penting dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas, tangguh, kreatif, jujur, sehat, cerdas, berprestasi, berakhlak mulia.

Dunia Anak

Hari anak di Indonesia dirayakan pada tanggal 23 Juli. Kesemuanya ini dengan maksud untuk menghargai serta menghormati hak-hak anak disebabkan banyaknya kasus-kasus kekerasan dan pelecehan yang diterimanya. Kasus ini makin meningkat  setiap tahunnya.

Saat memulai untuk menuliskan tentang Hari Anak ini. Saya teringat pada sebuah buku yang kubaca  berjudul ‘Saat Berharga Untuk Anak Kita’ , bahwa:
1. Persiapkan anakmu untuk menjemput AKHIRAT, bukan dunia, dan perhatikan hak anakmu, sebelum menuntut hakmu.
2. Bahwa masa-masa berharga untuk menanamkan nilai luhur kepada anak memang tidaklah panjang, maka diperlukan kejelian orang tua untuk dapat memanfaatkannya dengan baik.

Kita semua mengerti “Pengalaman itu menjadi  guru kehidupan”, begitu kata pepatah. Sejarah atau pengalaman adalah guru terbaik kehidupan. Orang-orang yang mengambil pelajaran dari mereka yang telah mendahului kita, Insya Allah akan tahu bagaimana memaknai tugas hidup sebagai orangtua. 
Saya melihat betapa tak bergunanya kebanggaan terhadap kreativitas dan kecerdasan anak, ketika mereka tidak tahu jalan hidup yang harus ditempuh. Bahkan ilmu agama yang tinggi pun akan sia-sia kalau mereka tidak mempunyai harga diri serta tujuan hidup yang pasti. Betapa banyak anak-anak yang memiliki keluasan ilmu agama, tetapi karena kita salah menanamkan tujuan, mereka justru menjadi pembawa kesesatan dengan ilmu yang ada pada dirinya.

Banyak orangtua yang berhasil mendidik anaknya bukan karena kepandaiannya mendidik anak, tetapi karena doa-doa mereka yang tulus. Banyak orangtua yang caranya mendidik salah jika ditinjau dari sudut pandang psikologi, tetapi anak-anaknya tumbuh menjadi penyejuk mata yang membawa kebaikan dikarenakan amat besarnya pengharapan orangtua. Di antara mereka ada yang selalu membasahi penghujung malam dengan airmata untuk merintih kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Di antara mereka ada pula yang menyertai langkah-langkahnya dengan niat yang lurus dan bersih.

Kadang seperti tak berkait langsung. Tetapi amal bergantung pada niatnya. Seorang ibu menyedekahkan hartanya karena mengharap ridha Allah dan penjagaan iman atas anak-anaknya, lalu Allah tegakkan dinding di hati anak sehingga tak terjangkau oleh kerusakan yang ada di sekitarnya. Boleh jadi seorang istri bersikeras meminta suaminya menyucikan harta, lalu Allah sucikan hati anak-anak mereka dari keruhnya hati dan kotornya pikiran. Boleh jadi pula ada bapak-bapak yang sibuk dengan perkara yang seakan tak bersentuhan dengan agama, tetapi sesungguhnya ia sedang menolong agama Allah, sehingga Allah berikan pertolongan kepada mereka. Allah datangkan pertolongan kepada mereka dengan jalan yang tak terduga.

Teringatlah saya dengan firman Allah, Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, pasti Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Q.s. Muhammad [47:]: 7).
Ya Allah, alangkah masih sering lalai hati kita. Kita berbuat, tapi tanpa berniat. Bahkan di saat kita sedang sibuk berbicara agama pun, yang memenuhi hati seringkali bukan niat yang bersih. Akibatnya hati kita risau dan jiwa kita gelisah. Alih-alih membincangkan agama, yang ada justru perdebatan yang mengeraskan hati. Inilah antara lain yang menyebabkan sebagian ulama hilang kharismanya.


Astaghfirullahal ‘adzim. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Di zaman ketika wibawa sebagian ulama semakin rapuh, rasanya kita perlu menguatkan hati anak-anak kita. Di masa ketika masjid-masjid justru sibuk mengundang artis, kita perlu memperbanyak amal untuk memohon barokah Allah bagi kebaikan hidup kita dan anak-anak kita. Sesungguhnya Allah yang menggenggam hati manusia.

Semoga Allah mengampuni kelalaian kita. Semoga pula Allah menggerakkan hati kita untuk lebih mengingat-Nya, sehingga apa pun yang kita kerjakan mempunyai nilai di hadapan Allah. Semoga apa yang kita kerjakan sekarang, bisa menjadi bekal pulang ke kampung akhirat.

Telah berlalu masa orang-orang terdahulu. Setiap saat masa beralih dan zaman bertukar. Orang-orang yang dahulu berteriak lantang, sekarang mungkin sudah tinggal tulang belulang. Anak-anak yang dulu lucu-lucu, sekarang mungkin sudah menjadi penyejuk kalbu yang membawa haru karena tulusnya perjuangan mereka. Tetapi sebagian lagi mungkin justru menjadi penyebab airmata pilu para orangtua. Anak-anak yang dulu mengeja a-ba-ta-tsa, sekarang mungkin sedang aktif berdakwah. Tetapi sebagian lagi mungkin justru sedang sibuk menjual agama…

Masa berganti, zaman bertukar. Hanya hukum Allah yang tak pernah berubah, meskipun kita menggantinya setiap saat. Allah menyuruh kita mengambil pelajaran dari mereka yang telah pergi; baik mereka yang meninggalkan kebaikan maupun mereka yang membawa keburukan. Di dalamnya, ada hukum sejarah yang patut kita catat.

Ya… ya… ya… masa terus berganti. Kita tak bisa meminta anak-anak untuk menjadi seperti kita. Seperti nasihat ‘Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhahu, kita didik anak-anak kita untuk sebuah zaman yang bukan zaman kita. Terserah mereka akan jadi apa, yang penting ‘akidah, iman dan komitmen mereka sama dengan kita atau lebih teguh lagi.

Dunia terus berubah, pada masa kita kecil, alat pengirim berita paling cepat adalah telegram. Sekarang, ketika kita belum terlalu tua, telegram sudah tidak dipakai lagi. Telegram sudah menjadi teknologi yang ketinggalan zaman. Sekarang melalui perangkat kecil di tangan yang bernama komunikator, berita dari manca negara lengkap dengan fotonya bisa kita akses setiap saat. Anak-anak yang masih ingusan bisa mendapatkan ilmu-ilmu berharga lewat internet dengan kecepatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Tetapi pada saat yang sama, lihatlah di bilik-bilik warnet itu, bagaimana sejumlah anak kaum muslimin sedang terombang-ambing di hadapan situs-situs porno.

Kita mungkin bisa mencegah dengan kekuasaan atas anak-anak itu. Tetapi apa yang sanggup kita kerjakan sesudah kita tiada? Tak ada. Itu sebabnya kita mulai perlu berpikir tentang bekal buat anak-anak kita sesudah jasad terkubur tanah. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ mengingatkan, “Dan hendaklah orang-orang pada takut kalau-kalau di belakang hari mereka meninggalkan keturunan yang lemah, dan mencemaskan (merasa ketakutan) akan mereka. Maka bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan qaulan sadidan (perkataan yang benar).” (Q.s. an-Nisâ` [4:]: 9).

Di tempat ini, kita sudah pernah berbincang tentang qaulan sadidan. Adapun tentang takwa, rasanya tak ada yang dapat saya sampaikan. Iman masih lemah, ilmu nyaris tak ada, sementara amal hampir-hampir tak ada yang dapat dibanggakan. Ingin sekali saya berpesan tentang takwa, tetapi saya lihat hati ini masih amat keruh. Padahal ketika Allah berpesan agar kita takut kalau-kalau di belakang hari meninggalkan generasi yang lemah, hanya dua yang menjadi jalan keluarnya, yakni takwa dan berbicara dengan perkataan yang benar.

Inilah dua hal yang amat sederhana, tetapi butuh perjuangan yang tak pernah usai. Seperti anak-anak kita kelak, setiap saat bertarung pada diri kita bisikan-bisikan kepada kesesatan dan bisikan-bisikan takwa. Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha. Di hati kitalah semua bertarung.

Ya, dua hal itulah yang dapat kita harapkan menjadi bekal bagi anak-anak kita kelak. Bukan psikologi. Bukan sosiologi.

Semoga Allah kuatkan iman kita. Semoga pula Allah memperjalankan kita dalam takwa kepada-Nya. Semoga langkah kita senantiasa berada di atas niat yang kokoh dan tujuan yang baik. Semoga setiap langkah kita membawa kepada ridha-Nya dan meninggalkan bekas yang mantap di hati anak-anak dan keturunan kita, sehingga mereka senantiasa memenangkan bisikan takwanya.

Selebihnya, ada yang harus kita benahi. Tentang iman kita. Tentang ilmu kita. Juga tentang amal-amal kita.
Kepada Allah kita menggantungkan harapan. Hari-hari mendatang anak kita, di tengah tantangan yang semakin menakutkan, semoga dapat memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illallah. 

Semoga Allah memperjalankan mereka sebagai penolong-penolong-Nya. Allahumma amin.
Dikutip  dari narasi buku yang berjudul ;  

‘Saat Berharga Untuk Anak Kita’

Penulis: Mohammad Fauzil Adhim.

Published 2009 by Pro-U Media 
goodreads,com/book/show/7802795/saat-berharga-untuk-anak-kita



Thursday, 21 July 2016

JIKA DIA SEBUAH CINTA

Dear....


Dia tak menyiksa, Namun mengisi
Jika dia sebuah cinta...
Dia tak memaksa . Namun mengerti
Jika dia sebuah cinta...
Dia tak datang dengan kata...
Namun menghampiri dengan hati


Jika dia sebuah cinta...
Dia tak datang karena permintaan
Namun hadir karena ketulusan...
Kasih sayang...


Jika dia sebuah cinta...
Dia tak hadir karena kekayaan
Namun karena pengorbanan
Dan kesetiaan...


Jika dia sebuah cinta...
Dia menerima apa pun
Kekurangan yang aku punya...


Jika dia sebuah cinta...
Dia datang dari Syurga
Untuk menghapus...
Duka...




Dan berkata;


"Aku mencintaimu bukan karena engkau spesial, tapi karena engkau membuatku merasa spesial"


"Aku tak memintamu berikrar mencintaiku seumur hidup, sehari, atau seminggu, sewindu, atau mungkin, seumur jagung"






Cukup katakan;



"Hari ini aku mencintaimu...lalu Esok kau katakan lagi, sayang"




I MISS YOU SO MUCH
every moment in my life


Love & Dear…Just  the WAY  U are

by ; unknown07/21/2016.

Sunday, 17 July 2016

Demam Game Pokemon Go Mulai Mewabah di Indonesia.

Globalisasi adalah satu fenomena umum di mana info serta hubungan bisa dengan gampang dibuka. Globalisasi dapat disimpulkan sebagai sistem penyebaran unsur-unsur baru baik berbentuk info, pemikiran, pola hidup ataupun tehnologi dengan cara mendunia. Seperti dua mata koin yang tidak sama, globalisasi menawarkan keuntungan yang begitu besar dalam perkembangan perekonomian dan budaya  satu negara namun disisi lain ada pula dampak negatif yang diakibatkan seperti lunturnya budaya mulia lantaran serbuan budaya baru dari luar. Arus globalisasi mempengaruhi selera, ekpresi, kepercayaan, media informasi, nilai-nilai, ilmu dan pengetahuan serta tehnologi itu sendiri.

Di sisi lain, globalisasi bisa menyebabkan tantangan baru untuk seseorang. Nah, pada saat ini sudah ada satu bentuk aplikasi trend game baru dari Nintendo yang mulai mewabah di seluruh dunia termasuk Negara kita. Ini contoh tentang efek globalisasi di sektor teknologi dan budaya Dengan beragam keadaan seperti itu, diakui atau tidak, di masa globalisasi ini ada fakta yang tidak bisa disangkal, yakni ada pertarungan peradaban. Kelihatannya, budaya Barat lah sebagai pemenang dari pertarungan itu. Hal semacam ini bisa dilihat dari tanda-tandanya kalau remaja pada saat ini demikian menggandrungi budaya impor yang datangnya dari Barat. Fenomena itu memperlihatkan kalau tehnologi komunikasi lewat media masa dapat mempengaruhi pola fikir individu serta masyarakat. Hal itu membawa konsekwensi dampak yang luas biasa positif ataupun negatif.

Kita pastinya tahu kalau sekarang ini tehnologi detik demi detik selalu dimutakhirkan, begitu juga dengan beberapa produk dari tehnologi itu  mengingat pola kehidupan manusia yang makin hari makin modern di tiap-tiap bidang. Oleh karena itu, pergantian mencolok pada tiap-tiap aspek kehidupan manusia terjadi bersamaan dengan canggihnya sistim perangkat tehnologi informasi termasuk teknologi game yang berbentuk card game, puzzle dan casual game dan sekarang ini game berkonsep augmented reality (teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata, sumber;  Wikipedia.org).

Kembali ke pokok bahasan kita untuk hanya membahas soal game yang lagi trend saat ini yakni “Pokemon Go”, permainan ini pertama kali  dirilis pada 6 Juli 2016 di Amerika Serikat. Menurut pendapat beberapa kalangan masyarakat, permainan Pokemon Go mengajak penikmatnya untuk lebih aktif beraktifitas dan ini cocok untuk kultur masyarakat kota yang back groundnya kerja kantoran “duduk” dan lebih relevan lagi bagi pencegahan kegemukan atau obesitas.

Aku setuju jika tubuh yang sehat itu memang kuncinya ada pada banyaknya aktifitas bergerak  karena akan membuat banyak kalori yang akan terbakar jadi tak heran jika jawaban nya “ada manfaat”  tentang game baru ini. Cuma kita butuh juga mempertimbangkan hal kesehatan mata dan factor psikiatrik alias gangguan pikiran, perilaku dan proses mental.

Untuk kita ketahui bahwa Game Pokemon Go ini memakai konsep teknologi augmented reality. Konsep pertama augmented reality dikenalkan oleh Morton Heilig, seorang cinematographer pada tahun 1950-an. Ketika itu Augmented Reality membutuhkan sebuah alat yang besar sebagai alat output. Alat output bisa dipasang ditubuh kita (dikenal dengan nama HMD, Head Mounted Device), ada juga yang berupa monitor, seperti monitor TV, LCD, monitor ponsel, dll. Alat HMD pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh Ivan Sutherland dari Harvard University. Augmented reality dengan input berupa sensor GPS (Global Positioning System) atau disebut juga penyelarasan sinyal satelit diperkenalkan pada tahun 2003 dari hasil penelitian Loomis, dkk pada karya ilmiahnya Personal guidance system for the visually impaired using GPS, GIS, and VR technologies, pada tahun 1994.

Pada tahun 1996, Rekimoto dalam karya ilmiahnya Augmented Reality Using the 2D Matrix Code. In Proceedings of the Workshop on Interactive Systems and Software memperkenalkan marker 2D untuk pertama kalinya. Dua tahun kemudian AR toolkit, augmented reality library pertama kali diluncurkan oleh Kato.

Pada tahun 2009 Lab MIT(Mistry, dkk) meneliti sixth sense project dan Wear Your  World – A Wearable Gestural Interface dimana augmented reality ini di implementasikan pada kehidupan sehari-hari. Augmented Reality ini beda dengan Virtual Reality.

Virtual Reality itu yang memungkinkan pengguna bisa berinteraksi terhadap objek nyata yang disimulasikan menggunakan komputer atau handphone.  Cara kerja sistem ini: Pengguna memperhatikan suatu dunia semu, yang sebetulnya berbentuk gambar-gambar yang bersifat dinamis. Dengan media perangkat headphone atau speaker, pengguna bisa mendengar suara yang realistis. Dengan media headset, glove dan walker, semua gerakan pengguna dipantau oleh sistem kemudian sistem memberikan reaksi yang sesuai. Sehingga seolah-olah pengguna merasakan sedang berada pada situasi yang nyata, dan dapat dirasakan baik secara fisik maupun psikologis.

Contohnya, seorang calon pilot dapat menggunakan VR untuk simulasi penerbangan menggunakan komputer khusus untuk melakukan ujian.

Sedangkan Augmented Reality atau Realitas Tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda-benda maya (baik berdimensi 2 dan/atau berdimensi 3) dan benda-benda nyata ke dalam sebuah lingkungan nyata berdimensi 3, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata agar terintegrasi dan berjalan secara interaktif dalam dunia nyata. berdasarkan deteksi satelit/citra, dan citra yang digunakan adalah marker. Prinsip kerjanya adalah kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi marker yang diberikan, kemudian setelah mengenali dan menandai pola marker, webcam akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Bila tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi bila sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat dalam software sebelumnya.

Efek game ini terhadap kehidupan Gamer sehari hari.

Dari perilaku pengguna game ini, bahkan game game lainnya sudah menjadi bagian terpenting dari kehidupan manusia. Game ibaratnya sudah jadi kebutuhan primer dalam tatanan masyakat modern, sehingga tak heran jika putra-putri bangsa yang lahir di saat ini lebih dekat dengan Game ketimbang dengan keluarga atau lingkungan sosialitasnya. Dalam konteks game Pokemon Go tentunya efek kecanduan sudah pasti ada, sehingga akan memunculkan berbagai pendapat tentang dampak buruk dari game ini.

Seperti kita ketahui, kecanduan tentunya berefek buruk, tak perlu pakai  teori-teori modern untuk menelaah ini. Salah satu efek nyata kecanduan pada pola makan, atau malas makan dan lain sebagainya tentu sering dialami bagi mereka para pecandu game, karena konsentrasi pikiran dalam menikmati game.

Selain itu seorang gamer bisa punya masalah dengan mata dan mental, hal ini karena gamer selalu menghadapkan mata dan pikiran pada handphone. Sehingga radiasi yang dipancarkan dan emosi yang tidak terkendali  sangatlah tidak baik bagi kesehatan mata dan mental anda. Kesehatan mata akan terganggu secara tidak disadari, apalagi bagi anak kecil. Ada satu hal bahwa tak semua game itu baik, menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics—yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang mental anak. Dan masih banyak efek lainya lagi yang tentunya butuh penelitian yang mendalam.

Belum lagi persoalan keamanan, jika Pokemon gamer melangkah keluar dimalam hari, apakah akan keluar untuk memburu pokemon melangkah ? Tentunya harus dipentingkan keamanan ketimbang pokemon. Efek dari game Pokemon Go juga bisa mengkhawatirkan jika game ini  mengakibatkan kecelakaan akibat para gamer sudah asyik dan kecanduan.

Initinya  ada baik buruknya segala sesuatunya itu di kembalikan  ke pribadi masing-masing terutama para orang tua mengawasi anak anak mereka. Game Pokemon Go ini, digunakan sebijaknya maka manfaat yang didapat juga sama, namun apabila berlebihan hingga kecanduan maka berbagai efek  buruknya bisa saja terjadi dan pastinya mengancam keselamatan gamer itu sendiri…!!

Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman teman semua.




By: HM

Sebuah Makna Hidup .

Di balik keringat yang deras itu, ada banyak harapan yang tertanam di sana. Hidup bukanlah sebuah protes, melainkan sebuah proses yang harus dijalani.

Proses hidup tak kenal kata indah atau buruk. Indah dan buruk itu sebuah kewajaran. Mengingat di dunia ini diciptakan berpasangan.

Jika sekarang kita mengalami demikian, maka dengan semangat, doa yang terpacu pada harapan, suatu saat kelak keburukan yang kita anggap teman pasti akan menjauh dan mengantarkan kepada keindahan.

Beginilah hidup, ada kalanya kita mudah mendapatkan apa yang kita inginkan, namun terkadang yang sudah ada di depan mata pun masih susah untuk menggapainya.  Mungkin kita butuh kata sabar.

Kata ibu padaku..jadi penulis itu menyenangkan, mengindahkan pikiran dan juga hati..tuliskan kata yang menggugah dunia, kumpulkan tinta mimpimu, rangkailah jadi kisah yang mengharumi bumi, tebar  dan buncahkan semangatmu ke setiap pribadi.

Terpikir dalam hati ini; “Akan datang suatu masa di mana ku akan berjalan sendiri. Hanya Allah saja yang akan menjadi pelindungku“.

Berjalan sendirian, tanpa orang terkasih,  gelap, dan pandangku menggelap, ketika ku pernah mencakar keadaan, ku tonjok udara yang hampa, hingga ku tersadar, semua ini takdir Tuhan.

Tidak ada yang indah selain ikhlas menerimanya. Protes berarti sia-sia dan takkan merobah apapun untuk diriku..hanya sedih dan sakit hati, inilah jalan hidupku hingga ku benar-benar akan berjalan sendiri, yang ku bisa hanya mencurahkan keluh kesah atau nada ceria kepada Tuhanku.

Bukan karena Tuhan tak mengabulkan keinginanku lantas ku membenci Nya, melainkan karena inilah salah satu pemberian Nya  yang terindah ku dapatkan, hingga ku selalu bersujud  untuk mengharap berkah kasih sayang  Allah.., ku bisa merasakan selimut kasih sayang Nya dalam bait doa di setiap waktuku pada  Allah dan memohon;

“Sejukkan hati dan pikiranku ini  Ya Allah…Aku tahu Hidup itu Proses dan tak ada Hak ku untuk Protes pada Mu….”.



By: Ey

Saturday, 2 July 2016

Bermuhasabah Tentang Sikap Jujur

Sejauh mana kita sebagai umat muslim dapat menjadi manusia yang seutuhnya? Manusia yang taat dan takwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'alaa. Dapat bersikap jujur dan menjadi tauladan bagi sesama….seperti yang dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib, orang yang jujur itu akan mendapatkan 4 hal, KEPERCAYAAN, CINTA dan RASA HORMAT, Sabar. Ini tidak semudah lidah berbicara. Namun pahala sifat itu amat indah, percaya dan yakin bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar dan jujur. Mari kita latih diri kita untuk selalu berbicara yang benar faktanya.

Karena Allah mengetahui segala-galanya. Dan sifat jujur itu adalah pertanda orang yang sehat dan waras. Salah satu tanda-tanda hari kiamat kata pak ustadz ketika kudengar di mesjid, saat diangkatnya amanah, dan urusan umat akan diserahkan kepada orang yang tidak tepat dan tidak mampu menanganinya.

Kemudian, salah satu tandanya lagi adalah orang jujur akan dikatakan pengkhianat. Maksudnya, nanti orang orang jujur akan diragukan dan tidak dipercaya lagi.

Sementara itu, pendusta, orang munafik, orang yang pandai bersilat lidah dan pengkhianatlah yang akan dipercaya. Ini sudah terlihat kasat mata di depan kita saat ini.

Rasulullah Saw bersabda, "Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).” (HR. Bukhari-Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud)

Berani jujur itu hebat. Berani jujur itu suatu kebanggaan. Itu slogan sebuah lembaga anti rasuah. Berlaku curang sudah membudaya dalam keseharian kita di Indonesia. Saat kecil terbiasa menyontek, beranjak remaja biasa melanggar aturan lalu lintas. Kalau jadi pejabat menjadi biasa mengambil duit rakyat. Kalau jadi pengusaha biasa tidak membayar pajak. Kalau kelakuan  curang jadi biasa, berarti jadi jujur itu disebut luar biasa.

Jadi, silahkan pilih masih mau yang biasa biasa saja kah?
Ayo..bersikap jujur demi diri sendiri dan masa depan negeri ini!!

Punya teman yang jujur itu rezeki.
Punya teman yang mengajarkan kebaikan itu rezeki.
Punya teman yang bisa diajak suka dan duka itu rezeki.
Punya teman yang menerima apa adanya itu rezeki.
Punya teman yang tidak bermuka dua itu anugerah.

Luqman yang bijak menasehati anaknya. Dia berkata,
"Wahai putraku.. hendaklah perkara pertama yang engkau cari setelah iman kepada Allah, adalah sahabat yang jujur. Sesungguhnya sahabat yang jujur itu seperti pohon yang rindang. Jika engkau duduk di bawah naungannya, dia akan menaungimu, jika engkau mengambil sesuatu darinya, dia akan mengenyangkanmu dan jika dia tidak bermanfaat bagimu, dia tidak mencelakakanmu”.
Jujur itu bukan masalah sebuah kemenangan atau kekalahan. Jujur pada diri sendiri merupakan sebuah cara sederhana untuk mendapatkan kebahagiaan.

Jujur saja..aku menulis soal ini untuk menasihati diriku sendiri. Dan kalau ada yang mendapat manfaatnya, apa salahnya kan. Kita bermuhasabah diri bersama semata karena Allah. 


Selamat berpuasa, sahabatku dimana saja berada.


By: EY