Saturday, 5 September 2015

Sikap Tabayyun Dalam Keseharian Kita

Sikap tabayyun dalam keseharian kita. Dalam era keterbukaan informasi, semua berita bisa kita dapatkan dengan mudah. Perlu dimaklumi bahwa berita yang kita dengar dan kita baca dalam keseharian itu tidak mesti semuanya benar. Terlebih lagi kita hidup pada zaman yang banyak terjadi fitnah, hasut, ambisi kedudukan, bohong atas nama ulama atau tokoh yang kita kenal, baik itu dilakukan melalui internet, koran, majalah maupun media masa lainnya.

Jangan heran jika berita tersebut menimbulkan pendapat atau komen pro kontra, yang akhirnya berujung  dalam sebuah hubungan persaudaraan tiba-tiba terjadi perseteruan sengit. Setelah diusut, biangnya adalah salah dalam menerima dan menyampaikan sebuah berita. Jangan pula mengira, berita dari mulut ke mulut, berita dari surat kabar dan sebagainya, itu pasti benar. Boleh jadi itu adalah bisikan iblis yang masuk ke jiwa pendengki yang ingin merenggut nyawa dan akidahmu kawan.

Syekh Sholih Fauzan hafidzahullah berkata: ”Hendaknya kita pelan-pelan dalam menanggapi suatu perkataan, tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa menghukumi orang, hendaknya tabayyun.


Nah kalau kita bicara soal tabayyun, maka..bisa diterjemahkan dengan “periksalah dengan teliti”. Maksudnya telitilah berita itu dengan cermat, dengan pelan-pelan, dengan lembut, tidak tergesa-gesa menghukumi perkara dan tidak meremehkan urusan, sehingga benar-benar menghasilkan keputusan yang benar. Hendaknya meneliti berita yang datang kepadamu sebelum kamu beritakan, sebelum kamu kerjakan dan sebelum kamu menghukumi orang.

Mari kita baca alquran surah  Al-Hujurot [49]:6, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu.” 

Banyak hal yang menyebabkan seseorang tidak melakukan tabayyun dan klarifikasi, diantaranya adalah sikap egois dan merasa sudah memahami berita dengan benar, sombong dan merasa lebih tinggi dari sumber klarifikasi, malas untuk mencari kebenaran dan lain sebagainya.

Syaikh Abdurrahman As-Si’di rahimahullah berkata: “Jika ada orang fasiq membawa berita maka hendaknya diteliti terlebih dahulu, tidak langsung diterima. Jika langsung diterima maka bias menjatuhkan pelakunya kepada perbuatan dosa. Berita orang fasiq tentu tidak sama dengan berita orang yang benar. Jika dianggap sama (tidak dilakukan tabayyun) maka bisa berakibat saling bunuh, hilangnya harta dan nyawa tanpa bukti yang benar, dan pasti menyesal.

Oleh karena itu, apabila datang berita dari orang yang fasiq hendaklah diteliti, jika berita yang disampaikan nyata atau ada tanda kebenarannya, maka boleh diterima. Namun jika berita itu dusta maka dustakanlah dan tolaklah. Ayat ini juga menunjukkan bahwa berita orang yang benar boleh diterima dan berita orang pendusta ditolak. Sedangkan berita orang fasiq ditangguhkan sampai ada bukti lain yang menunjukkan kebenaran atau dustanya. 

Lalu siapa orang fasiq yang dimaksud di sini? Mereka adalah orang yang keluar dari ketentuan syar’i, orang yang berbuat ingkar, yang meninggalkan perintah Allah ‘Azza wa Jalla dan keluar dari jalan yang benar. Oleh karena itu, Iblis dikatakan fasiq karena enggan melaksana kan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala agar sujud kepada Nabi Adam ‘Alaihis Salaam… Baca QS. al-Kahfi[18]: 50.

Kefasikan dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
Kefasikan yang menjadikan pelakunya tetap muslim akan tetapi mereka ingkar., seperti ayat di atas. QS. al-Hujurat [49]: 6
Dan kefasikan yang menjadikan pelakunya kafir, keluar dari Islam.
Allah berfirman :
“Maka apakah orang yang beriman itu sama seperti orang yang fasik (kafir)? Mereka tidak sama.” (QS. as-Sajdah[32]: 18).  

Oleh Karena itu Allah ‘Azza wa Jalla mencela orang yang mudah memfasiqkan orang yang beriman. Jika  kita mengamati ayat di atas, Allah ‘Azza wa Jalla tidak memerintahkan kita agar menolak berita orang fasiq atau menerimanya, karena bisa jadi beritanya benar atau salah. Karenanya wajib kita teliti terlebih dahulu agar kita tidak menyesal atas kurang hati-hatinya kita. Kita diperintahkan agar meneliti berita yang disampaikannya, jika ada tanda dan bukti bahwa berita yang dibawanya benar,  maka boleh mengambil beritanya, sekalipun kefasiqan yang telah dilakukannya berat. Inilah kaidah untuk mengambil riwayat dari orang yang fasiq dan persaksiannya, sebab banyak pula orang fasiq yang benar berita dan riwayatnya dan juga persaksiannya. Sedangkan kefasiqan mereka itu urusan lain. Jika seperti ini berita atau persaksiannya tidak boleh ditolak. Akan tetapi jika kefasiqannya karna dia sering berdusta dan mengulang-ulang kedustaannya, dan sekiranya bohongnya lebih banyak dari pada benarnya, maka kabarnya dan persaksiannya tidak diterima.” 

Mungkin ada yang bertanya:

Jika berita orang fasiq tidak langsung ditolak, lalu apa faidahnya ayat di atas? Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab: “Berita orang fasiq itu ada faidahnya, yaitu menggerakkan jiwa dan semangat agar manusia bertanya dan menelitinya. Karena tanpa berita dari mereka, kita tidak bergerak dan tidak pula berusaha. Akan tetapi ketika ada berita, kita berkata: Barangkali berita itu benar, maka menggerakkan kita untuk menanya dan mencari kebenarannya. Jika ada bukti atas kebenarannya atau tanda kebenarannya, maka kita boleh mengambilnya. Namun jika tidak, maka kita menolaknya.”

Tabayyun terhadap sebuah berita bukan hanya ditujukan kepada orang yang fasiq saja, sekalipun orang fasiq lebih diutamakan karena terkait dengan kefasiqannya, akan tetapi kepada mukmin yang tsiqoh (dapat dipercaya) pun sebaiknya juga perlu tabayyun, karena bagaimanapun juga manusia bisa lupa dan salah.

Meneliti berita dibutuhkan dua perkara:

Pertama, dari sisi amanat. Inilah yang dimaksud dalam QS. al-Hujurot: 6, karena orang fasiq tidak amanat.
Kedua, dari sisi kekuatan. Yaitu kekuatan ingatannya ketika menerima berita atau menyampaikannya dengan cepat sekali. Maka ketika saya berkata kepadanya, saya akan teliti dulu, bukan berarti saya mengatakan kamu fasiq, kamu menurut saya adalah orang yang jujur, akan tetapi boleh jadi kamu memahami ayat keliru, atau terburu-buru, atau lupa.

Kesimpulannya, sikap tabayyun terhadap sebuah berita sangat diperlukan sekalipun dari orang muslim yang dipercaya, karena tabayyun berbeda dengan buruk sangka, akan tetapi sikap teliti  yang kita lakukan adalah semata untuk mencari tambahan dan menguatkan keterangan dari suatu berita, sebagai ummat islam kita harus paham terhadap ajaran agama yang kita anut didasarkan alquran dan hadist.

Waspada terhadap pertanyaan yang memancing, karena tidak semua penanya bermaksud baik kepada yang ditanya, terutama ketika menghukumi seseorang. Oleh karena itu tidak semua pertanyaan harus dijawab. Bahkan menjawab ‘saya tidak tahu’ adalah separuh dari pada ilmu.

Kalau menurut hemat saya, untuk perkara-perkara yang krusial maka kita harus teliti dan pahami, atau paling tidak wajib untuk berusaha paham. Bertanya sampai dapat jawaban yang memuaskan. Memuaskan di sini bukan dalam konteks kepuasan pribadi, tapi 'puas' dalam arti bahwa penjelasan yang ada sudah comply dengan aturan syariat yang lebih tinggi. 

Waspadalah dari berita orang yang mengumbar lisannya tanpa ilmu dan tidak takut dosa. Orang Islam hendaknya tidak membicarakan sesuatu yang dia tidak tahu perkaranya, karena Allah ‘Azza wa Jalla mengancam orang yang berbuat dan berbicara tanpa ilmu. Baca QS. al-Isra’[17]: 36 dan QS. al-A’raf [7]: 33

Waspadalah berita yang disebarkan penyembah hawa nafsu dan fanatik golongan. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata: “Ayat ini menunjukkan bahwa manusia wajib meneliti berita terutama yang disampaikan oleh orang penyembah hawa nafsu dan fanatik golongan atau perorangan. Jika berita datang dari orang yang kurang dipercaya, maka wajib diteliti dan jangan terburu-buru dalam menghukum padahal berita itu dusta, maka kamu akan menyesal. Dari sinilah datang dalil ancaman keras bagi orang yang menggunjing, yaitu mengutip sebagian perkataan orang yang bermaksud merusak orang lain. 

Rosulullah sallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“ Laa yadkhulul jannah qottaatun “ 

artinya “Tidaklah masuk Surga orang yang pemfitnah.”

Moga tulisan ini ada manfaatnya, terutama buat penulis selalu tabayyun tentunya. Insyaallah kita semua  terhindar dari dosa fitnah, ghibah dan sejenisnya.  


By: Gio/15




Wednesday, 2 September 2015

MAMPU ASAL BICARA ATAU BAIKNYA DIAM.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” 
(QS.Al-Ahzab : 70-71)

Sebenarnya tidak sulit mencari yang benar seperti apa dan kenapa lalu seharusnya bagaimana. Kita tinggal mencontoh manusia paling baik dan paling benar di muka bumi ini. Akhlaknya paling tinggi tingkatannya dan dia tidak pernah berkata-kata yang tidak baik apalagi perkataan yang keji dan kotor terrmasuk dalam bercanda sekalipun. Rasulullah Muhammad adalah contoh dan teladan terbaik dan kita tak perlu sulit mengambil contoh jika orang-orang disekeliling kita tidak layak dijadikan contoh. Firman Allah :

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.”
(QS.Al Ahzab: 22)

Dan dalam sebuah hadits. Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah
Muhammad bersabda: "
Siapa yang percaya dengan keyakinan yang tinggi kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang percaya dengan keyakinan yang tinggi kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang percaya dengan keyakinan yang tinggi kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya"  
HR. Bukhari & Muslim).


Jika kita tidak mampu berkata baik, maka diamlah. Kunci mulut rapat-rapat karena kata -kata yang tidak baik akan memangsa kita sendiri dan dapat menghancurkan orang lain. 
Namun sebaliknya jika kita mampu berkata baik, maka jangan tutup mulut tapi sampaikanlah sebanyak mungkin. Sesuatu yang baik yang tidak disampaikan akan sia-sia dan tidak memberi manfaat bagi orang lain bahkan untuk diri sendiri.

Karena tidak menyampaikan kebaikan dan kebenaran akan sama buruknya dengan orang yang berkata buruk.  Hal ini karena salah satu tanda baiknya Islam seseorang  adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat. Sungguh telah banyak terjadi pembicaraan yang bersifat mubah berubah menjadi haram.

Bahwa pembicaraan yang kita lakukan harus sesuatu yang baik menurut hukum, baik sunnah atau wajib. Bila isi pembicaraan bersifat mubah, sebaiknya seperlunya saja karena dikuatirkan lama kelamaan pembicaraan itu menjurus kepada hal yang tidak berguna bahkan tidak dibenarkan  menurut syariat. Banyak petuah bijak disampaikan agar kita berhati-hati dalam bertutur kata. 

Teks kalimat yang digunakan pun bermacam-macam, ada yang menggunakan bahasa anak muda  sekarang hingga peribahasa warisan budaya bangsa.

“Memang lidah tak bertulang!”
“Mulutmu harimau mu!”
“Jikalau pedang lukai tubuh, masihlah ada harapan sembuh. Tapi jika lidah lukai hati, kemana obat hendak dicari?
“Ajining diri ono ing lati (dalam peribahasa Jawa yang  artinya kemuliaan diri ada di lisan).”

Suatu saat Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq ra. memegang ujung lidah beliau dan berkata,

“Lidah ini (bila tidak berhati-hati) bisa menyebabkanku sampai pada tempat kesalahan dan celaka di dunia dan akhirat” 

Di kitab “Rawdhatul 'Uqalâ' wa Nuzhatul Fudhalâ'” Imam Ibnu Hibban al-Busti—beliau  juga penulis Shahih  Ibnu Hibban—menerangkan: Imam Abu Hatim ra. menjelaskan bahwa orang berakal harus lebih banyak mempergunakan kedua telinga daripada lisan. Dia harus menyadari bahwa diberi telinga dua buah, sedangkan diberi mulut hanya satu supaya lebih banyak mendengar daripada berbicara. Seringkali orang menyesal di kemudian hari karena perkataan yang diucapkan. Biasanya apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan akan menguasai dirinya.Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol apa yang akan dikatakan. Imam Abu Hatim ra. Juga menasihatkan bahwa lisan orang berakal berada di bawah kendali hatinya. Ketika dia hendak berbicara, maka dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya. Apabila perkataan tersebut bermanfaat bagi dirinya, maka dia akan bebicara, tetapi apabila tidak bermanfaat, maka dia akan diam. Adapun  orang bodoh, hatinya berada di bawah kendali lisannya. Dia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan oleh lisannya, termasuk dalam menjaga lisan adalah menjaga tulisan.

Saat ini, begitu mudah kita menorehkan kata. SMS, forum, blog, jejaring sosial dan kolom komentar di situs berita online menjadi media utama sebagai ganti ucapan lisan. Mari kita perhatikan diri sendiri, tak perlu repot-repot mengamati orang lain.

Siapa pun kita, apakah kita murid, guru, mahasiswa, dosen, kepala keluarga, ibu, anak, pegawai, pengusaha, anak buah, atasan, anggota masyarakat, pemimpin formal/non formal, pejabat, politikus, anggota  kepolisian, tentara, santri maupun ustadz, mari kita evaluasi setiap perkataan/tulisan kita hingga detik ini. Apakah ucapan kita selama ini mengandung banyak manfaat ? Ataukah lebih sering bersifat mubah (tak ada manfaat dan mudharat)?  Atau lebih parah lagi yaitu menimbulkan kemudharatan ?    

Sahabat Ali bin Abi Thalib, memberi nasihat:

 “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah yang bermanfaat”.

Akhir Kata , Berbicara adalah ekspresi pembicara. Melalui pembicara, pembicara sebenarnya menyatakan gambaran dirinya. Berbicara merupakan simbolisasi kepribadian si pembicara.

Berbicara adalah ekspresi diri. Bila terisi oleh pengetahuan dan pengalaman yang kaya, maka dengan mudah yang bersangkutan menguraikan pengetahuan dan pengalamannya itu sebaliknya bila pembicara itu miskin pengetahuan dan pengalaman, maka yang bersangkutan akan mengalami kesukaran dalam berbicara.

Berbicara pada hakikatnya melukiskan apa yang ada di hati, seperti pikiran, perasaan, keinginan, idenya dan lain-lain. Karena itu sering dikatakan bahwa berbicara adalah indeks kepribadian.

Untuk itu, " Kita itu harus pahami dulu persoalannya baru bicara, jangan bicara tanpa kita pahami  dulu suatu persoalan yang dibicarakan, karena ujung ujungnya bisa menjadi fitnah . Pilihannya : MAMPU ASAL BICARA ATAU BAIKNYA DIAM.

Wallahu a’lam bish shawab


By: gio/15


Friday, 28 August 2015

Harapan Alumni Buat Rektor Baru.

Rektor baru telah dipilih pada pemilihan Rektor Unand tingkat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, di Convention Hall kampus Unand pada tanggal 27 Agustus 2015.



Dan semoga nanti diadakan acara “Alumni ngobrol bareng Rektor baru” …..

Banyak harapan kita semua kepada Rektor UNAND masa bakti 2015-2019 ini agar bisa memihak kepada kepentingan mahasiswa, alumni, kesejahteraan dosen dan pegawai serta kontribusi lembaga UNAND untuk masyarakat minang dan Indonesia. Dan yang tidak kalah pentingnya  bisa membawa UNAND menjadi universitas yang unggul dengan jejaring yang kuat dari berbagai lembaga luar dan dalam negeri, baik sebagai lembaga pendidikan tinggi maupun lembaga riset serta dunia usaha.

Selain itu, diharapkan rektor baru bisa membawa UNAND  menjadi  inovator dalam pengabdian masyarakat dan berkontribusi untuk meningkatkan daya saing bangsa khususnya lokal dan nasional karena hasil penyelesaian masalah itulah yang pada akhirnya diakui dunia internasional. Inilah yang kita sebut "world-class universities" . Seperti yang diakui oleh bapak Prof Dr Werry Darta Taifur SE MA, Unand baru mencapai peringkat 12 terbaik di Indonesia. semoga Rektor baru bisa mengantarkan kepada yang lebih baik lagi.


Kami Alumni memahami bahwa Tugas dan Amanah ini sangat berat. Kami sebagai sahabat, sekaligus alumni, mendoakan dan mensupport semoga Rektor baru diberikan kekuatan dan semangat  "nothing to lose" dalam  menjalankan tugas yang mulia ini.

by zj15

Tuesday, 25 August 2015

Istilah Bahasa dalam belanja “On Line Shop”

Istilah Bahasa dalam belanja “On Line Shop”. Sering kita dengar, dan membaca kata Online shop. Kata ini berarti toko online yang menyajikan kemudahan bagi  masyarakat untuk mendapatkan barang-barang yang mereka cari atau inginkan, tanpa harus capek dan berkeringat ke Mall maupun ke pasar. 


Dengan fasilitas Hp Android atau laptop dan sejenis lainnya tinggal klik aplikasi internet saja kita bisa belanja tanpa harus keluar rumah…..
Hal yang gak nyaman sering mengganggu pikiran kita ketika berbelanja di online shop, bagaimana mau enjoy belanja “online“ kalau kita kurang  paham sama istilah bahasa yang di gunakan online shop ini, buat para kalian yang ingin menjadi customer/pelanggan online shop yang cerdas harus paham dengan semua istilah ini, terutama lagi para calon pebisnis rumahan yang sudah memulai untuk membuka online shop.

Seperti istilah berikut;

1. Seller 
Seller dalam bahasa Indonesianya adalah penjual. Mereka ini adalah para pemilik online shop.

2. Buyer 
Buyer memiliki arti sebagai pembeli, sebutan ini juga sama artinya di dalam bahasa online shop yaitu para pembeli atau konsumen.

3. Customer 
Customer memiliki arti yang sama sama dengan buyer, ini adalah sebutan untuk para pembeli dalam bahasa inggris.

4. Supplier 
Supplier adalah sebutan untuk orang yang memberikan pasokan barang pada para penjual.

5. Reseller 
Reseller adalah sebutan untuk penjual yang menjualkan barang orang lain untuk konsumennya. Dalam istilah sederhananya adalah calo.

6. Dropship
Dropship adalah pengiriman barang kepada konsumen dengan mengatasnamakan pihak kedua selaku reseller.

7. TF 
TF adalah singkatan yang biasa digunakan dalam kosa kata online shop dan itu adalah kepanjangan dari Transfer.

8. Return 
Return memiliki arti tukar barang yang sudah dibeli dengan barang lainnya.

9. Refund 
Refund memiliki arti Transaksi dibatalkan, barang dikembalikan kepada penjual dan uang dikembalikan kepada pembeli

10. Reject 
Reject dalam bahasa indonesia memiliki arti tolak, dan di dalam online shop reject memiliki pengertian sebagai ‘barang tidak dalam kondisi baik, ada cacat. 

11. Ready stock 
Ready stock memiliki arti barang tersedia.

12. PO 
PO singkatan dari Pre Order. Ini adalah sistem yang banyak dipakai oleh mereka yang menjual barang impor, atau custom. Jadi, barang baru akan dipesankan atau diproduksi setelah jadwal PO berakhir, dan dikirim setelah barang jadi.

13. Restock
Restock artinya barang yang diperjual belikan tersedia kembali, setelah mengalami out of stock.

14. Out of stock
Out of stock adalah Istilah untuk keadaan barang yang habis persediannya di tangan penjual atau supplier.

15. Sold 
Sold adalah bahasa online shop yang biasa digunakan untuk menyatakan bahwa barang/stock telah habis terjual.

16. Trusted
Trusted dalam online shop berarti menyatakan bahwa online terus terpercaya, bukan penipu.

17. Testimonial/Testi 
Istilah untuk pesan dan kesan dari pelangganya. Ini biasanya dijadikan bukti untuk meyakinkan pembeli lainnya berdasarkan pengakuan pembeli sebelumnya

18. DP (Down Payment) 
sistem pembayaran yang tidak langsung dibayar lunas. Sistem pembayaran ini biasanya digunakan untuk barang dengan sistem pre order.

19. Full payment 
Full Payment berarti pembayaran penuh, atau langsung LUNAS.

20. Booked
Booked adalah bahasa yang biasa di gunakan seller untuk mengutarakan bahwa barang telah dipesan oleh orang lain. Anda tidak bisa membelinya

21. Keep 
Hampir sama dengan booked diatas, keep biasanya dilakukan oleh pembeli yang sudah pasti akan membeli satu produk tapi belum sempat melakukan pembayaran. Pesanan di keep terlebih dahulu agar tidak terjual kepada orang lain

22. Hit and run 
Istilah untuk mereka yang pesan ini itu, janji mau bayar tanggal sekian tapi tidak menepatinya. Hit and run bisa juga istilah untuk konsumen yang rajin tanya-tanya detail produk tapi tidak pernah membeli.

23. Ongkir/shipping cost (Ongkos kirim)
Adalah bahasa untuk menyatakan  biaya pengiriman dari tempat penjual ke pembeli. Ini ditanggung sama pembelinya.

24. Resi 
Resi adalah nomor bukti pengiriman barang yang didapatkan dari pihak ekspedisi.

25. COD (Cash on Delivery)
Cara pembelian di mana penjual dan pembelinya bisa bertatap muka. Bisa janjian di sebuah tempat, atau penjual anterin ke rumah pembeli. Pembayaran di lakukan saat mereka saling bertemu. 


Semoga dapat memberi pencerahan buat pembaca.

Sunday, 23 August 2015

Pendidikan itu, kekuatan masa depan

Salah satu masalah terbesar yang kita hadapi adalah bagaimana menyesuaikan cara berpikir kita untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, cepat dan berubah dan sulit diramalkan.


Cara kita mengelola pengetahuan. berarti kita perlu memecahkan rintangan-rintangan antar disiplin dan mencari cara pikir baru yang dapat menghubungkan kembali apa yang selama ini terpisah-pisah. Hal inilah yang harus diperbaharui dalam  program pendidikan kita.
Tuntutan pengelolaan pendidikan tinggi supaya lebih efisien dan efektif juga disebabkan oleh perubahan yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat.
Dalam proses globalisasi yang sedang dan akan dihadapkan oleh masyarakat dan bangsa Indonesia yang semakin lama semakin intens, maka pertanyaan yang segera muncul, bagaimanakah mengelola sistem pendidikan nasional agar supaya dapat sejalan dengan dimanika global yang sedang akan terjadi.

Sudah kita lihat pula bahwa proses globalisasi di dalam dunia terbuka tidak memungkinkan lagi hidupya suatu organisasi  pendidikan yang mempertahankan status quo. Tidak ada jalan lain harus berubah, harus dinamis, agar output yang dihasilkan semakin lama semakin tinggi kualitasnya.

Apabila organisasi pendidikan tetap mempertahankan status quo, maka hasilnya ialah manusia dan masyarakat Indonesia yang tidak dapat survive di dalam dunia yang kompetitif. Bagaimana mungkin suatu organisasi yang demikian dapat menghasilkan output yang mempunyai kualitas yang dapat bersaing.

Memahami berbagai masalah dalam dunia pendidikan, peran tenaga pendidik baik Dosen maupun Guru, bahkan keluarga mahasiswa/siswa harus mampu merubah kondisi negeri menuju pendidikan yang lebih maju tidak kalah bersaing dengan pendidikan luar negeri, namun hal itu bisa terwujud apabila didasari pendidiknya yang profesional, dibarengi dengan fasilitas lembaga pendidikan yang sangat baik dan memadai, maka lembaga pendidikan tersebut akan mampu mencetak lulusan-lulusan yang terbaik mampu bersaing dengan lulusan Internasional, apalagi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan berlangsung pada bulan Desember 2015 yang akan datang.

Asean Economi Community dimulai pada bulan Desember 2015 ,pada saat itu akan lebih banyak tenaga kerja saling berkompetisi merebut lapangan kerja, terutama tenaga kerja lokal di masing-masing negara Asean, tentu  tenaga kerja yang punya peluang adalah tenaga kerja yang profesional mampu bersaing dengan tenaga kerja Asing, untuk itu sangat dibutuhkan komunikasi berbahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Di samping itu juga pemerintah Indonesia harus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya, baik di dalam negeri maupun Asean, agar bisa mengalahkan tenaga kerja dari luar Indonesia.

Untuk menghadapi tantangan tersebut perlu peningkatan mutu pendidik baik sebagai Dosen atau Guru yang harus dilakukan oleh pemerintah melalui :

1.Sertifikasi

2.Akreditasi

3.Standarisasi
4.Peningkatan gaji dan kesejahteraan pendidik
5.Rekrutmen pendidik yang profesional


Menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini Pemerintah Indonesia harus lebih meningkatkan mutu pendidik dalam mengemban tugas belajar mengajar agar dapat mencetak  para lulusan  yang berkualitas bisa diandalkan dalam dunia lapangan kerja dan tidak kalah bersaing dengan para lulusan dari lembaga pendidikan negara Asean lainnya.

Seperti yang dikatakan Harry Jusron ,Kepala Bidang Evaluasi Riset IPTEK Masyarakat, Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Bahwa riset dan pengembangan sumber daya manusia sangat penting, Agar teknologi hasil risbang dari perguruan tinggi (PT) dan lembaga penelitian dan pengembangan (lemlitbang) sesuai dengan kebutuhan industri, diperlukan kebijakan yang menentukan topik-topik risbang yang harus dilaksanakan, serta mengatur anggaran diutamakan untuk membiayai topik-topik risbang tersebut. Untuk mencapai produk unggulan Indonesia yang tidak tersaingi, diperlukan dukungan dari lembaga yang mengatur arah pendidikan tinggi, penentu topik-topik riset nasional, pembangun kerja sama PT, lemlitbang, pemerintah dengan industri, pembuat kebijakan-kebijakan yang memayungi dan mendorong sinergi pengembangan teknologi dengan pendidikan tinggi. Kita perlu memperbanyak tenaga kerja Indonesia yang mempunyai kemampuan tinggi diberbagai bidang, seperti peneliti, perekayasa, insinyur, ahli kebijakan, operator mesin produksi, manajer, ahli keuangan, ahli pemasaran, serta ahli-ahli lainnya yang sesuai dengan kebutuhan. Ini semua hanya didapatkan melalui pendidikan tinggi berkualitas sehingga diperlukan sinergi antara program pendidikan tinggi, kegiatan risbang, dan kebutuhan industri. 

Selanjutnya baca ; Sinergi Teknologi - Pendidikan Tinggi untuk Pertumbuhan Ekonomi 
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tidak hanya mempengaruhi kebebasan dalam menjual produk dan jasa saja. Pasar bebas ini nanti juga mempengaruhi pasar tenaga kerja yang ada di Indonesia, terlebih pada tenaga kerja profesional seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lain sebagainya.

Di berbagai perusahaan, sudah mulai diberlakukan pembolehan tenaga kerja asing untuk mengisi pos yang belum terisi di perusahaan tersebut. Jika tenaga kerja kita tidak memiliki daya kompetitif, maka masyarakat Indonesia akan tergerus oleh tenaga kerja asing yang lebih handal.

Untuk itu, strategi MEA sangat penting dipersiapkan agar Indonesia tidak tertinggal dalam iklim investasi global yang terus berkembang, dan perlu diingat bahwa daya saing akan sangat luar biasa meningkat di tahun 2015 ini.
ASEAN Community menuntut sumber daya manusia untuk siap bertarung dengan SDM negara ASEAN lainnya, pertarungan ini hanya bisa menang dan dimenangkan oleh mereka yang mengenyam pendidikan tinggi yang berkualitas. MEA memberi  kesempatan seluas-luasnya bagi warga negara ASEAN untuk mendapatkan pekerjaan tanpa adanya hambatan di negara yang dituju, akan tetapi AEC blue print membatasi hanya tenaga kerja yang terampil.

Akhirnya kita semua harus menyadari bahwa : dalam menghadapi MEA 2015 ini  kita harus benar-benar mempersiapkan ketrampilan, keahlian dan inovasi baru dalam bidang pendidikan serta dunia usaha, menghadapi MEA ini tak perlu khawatir tetapi anggaplah ini sebagai tantangan utuk kita semua dalam menghadapi pasar bebas dan persaingan global yang memang harus kita jawab. Perubahan dalam kehidupan di dunia ini akan setiap saat terjadi disebabkan tuntutan budaya serta kebutuhan manusia itu sendiri. Perubahan mental kearah sikap yang  ulet, rajin, berdisiplin, beretos kerja tinggi, cerdas, terampil, kreatif, dan menumbuhkan jiwa berwiraswasta ,ini sangat diperlukan untuk menghadapi era globalisasi tersebut. Globalisasi bagi bangsa Indonesia dapat menjadi peluang dan tantangan. Peluang yang dapat diperoleh adalah pasaran hasil produksi yang semakin luas, perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin cepat, lapangan kerja yang semakin luas dan peluang bisnis yang makin terbuka.

by xcb15





Thursday, 20 August 2015

Hati Seorang Ibu

Pada suatu hari seorang pemuda tertidur lalu ia bermimpi. Dalam mimpinya, seolah-olah setiap orang bisa melihat bentuk hati di dada orang lain termasuk hatinya sendiri. Sekilas, ia sangat mengagumi dan terheran-heran dengan suasana ini. Lalu, sang pemuda mengalihkan pandangan ke dadanya sendiri, ia sangat bangga ketika melihat hatinya berbentuk merah jambu utuh dan berkilauan. “Hati yang sempurna” katanya, “Tak bercacat dan tak bernoda”.

Lalu ia melangkahkan kakinya keluar. Ia mulai mengamati hati orang-orang di sekitarnya. Ada yang terpancar indah seperti miliknya, ada yang terdapat luka, ada yang besar, ada yang kecil, dan sebagainya. “Wow, luar biasa…” katanya lagi. sang pemuda makin yakin bahwa hatinyalah yang paling sempurna karena ia tidak melihat ada hati yang lebih indah dari miliknya.

Pandangan si pemuda terpaku saat melihat seorang wanita tua yang menggunakan penutup kepala. Wanita tua itu hampir tidak kelihatan wajahnya. Wanita tua itu berhati sangat besar tetapi tak berbentuk. si pemuda pun heran kenapa banyak sekali lubang yang ternganga di hati orang itu. Ia berjalan mendekat ke arah si wanita tua dan bertanya kepadanya.

“Kenapa hatimu seperti itu nek ? kenapa tidak berbentuk sempurna dan indah seperti milik saya?” Katanya setengah pamer. Jawab wanita tua itu, “Mungkin karena kamu masih terlalu muda dan belum begitu memahami dunia.”

Wanita tua itu melanjutkan, “Setiap saya mencintai seseorang, aku mencongkel hati ini dan kuberikan padanya. Begitu pula jika saya menolong orang, selalu ada serpihan hati yang kubagi pada orang itu. Dulu, saat saya masih muda dan bergaul dengan banyak sahabat, hati saya teriris-iris karena harus kubagi pada banyak sekali teman. Saat saya mulai menikah dan punya anak, hati saya hampir habis tersayat-sayat untuk memahami suami dan mengasuh anak.”

Hati Seorang Ibu
“Tetapi, ada suatu saat di mana orang-orang juga mulai membagi hati pada saya. Mereka juga belajar mengiris hatinya untuk menutup setiap luka di hati saya hingga bertumpuk-tumpuk, itulah sebabnya kenapa hati saya beberapa kali lipat lebih besar dari hatimu, sekalipun tidak berbentuk lagi. Memang, tidak semuanya mau berbuat demikian, itulah sebabnya kenapa masih banyak sekali lubang menganga di hati ini. Sekarang, hati siapa yang lebih indah? hatiku atau hatimu ?”

Sang pemuda tertegun untuk sekian lama. Ia mulai menyadari bahwa hati wanita tua itu jauh lebih sempurna dari hatinya. Luka, cacat, dan banyaknya tambalan di hati wanita itu justru menjadikannya lebih indah dan lebih besar dari miliknya. Setiap lubangnya seolah berbicara tentang cinta dan ketulusan di kehidupan yang dijalaninya. Sejenak, si pemuda mulai mengamati wajah wanita tua itu. Ia terperanjat ketika melihat wanita tua itu ternyata ibunya sendiri.

“Pacarmu Mencintaimu dari mata sampai ke hati, namun Ibu Mencintaimu dari hati , rahim dan Bahkan Sejak sebelum mengetahui bagaimana rupa dan bentukmu”



Sumber: 
SL-Books,sharing.disini.com


Wednesday, 19 August 2015

Lagu Kenangan, Menggugah Hati

Bagi sebagian orang mendengarkan lagu kenangan bisa mengingatkan pada suatu hal yang pernah terjadi pada masa lalu. Atau mungkin juga pada lagu-lagu kenangan memiliki sebuah kenangan pada teman, keluarga, atau seseorang yang sangat spesial. Saya pribadi sangat menyukai musik zaman sekarang, tapi  sesekali sayapun suka mendengarkan lagu-lagu kenangan untuk mengingat masa-masa lalu. Ini disebabkan karena waktu saya masih kecil, orang tua saya sering memutar lagu-lagu tersebut sebagai hiburan. Jadi, sedikit banyaknya saya mengetahui lagu-lagu atau tembang kenangan. Saya yakin banyak diantara kita yang masih menyukai tembang-tembang kenangan.
Mendengarkan musik yang biasa dilakukan sebagai pengisi waktu luang atau sembari melakukan kegiatan lain itu punya banyak manfaat.
Selain sebagai ungkapan kebahagiaan, sudah sejak lama, musik memang menjadi salah satu senjata untuk menenangkan diri. Bahkan, mampu membantu tubuh untuk mencapai relaksasi optimal yang mendorong kebugaran tubuh. Tak hanya mendengarkan, bersenandung pun menjadi media untuk menghadirkan ketenangan dalam diri dan mengusir rasa tegang dan gugup. Cara ini banyak digunakan untuk bermeditasi, sembari mengatur napas selama 2-3 menit.

Dalam kehidupan ini, Musik bagaikan soundtrack drama yang anda perankan. Sekadar hobi, sebentuk hiburan atau bahkan pelaku musik yang serius, sah sah saja..kok.
















Lagu Kenangan, Menggugah Hati..

Mari mengenang masa muda yang indah dan penuh kenangan melalui lagu-lagu nostalgia , bayangin masa masa muda yang pernah menghiasi hidupmu. Hehehe lagu-lagunya enak didenger, gak bakal bosen klo istilah orang jaman sekarang gak garing gitu.










<

Lagu Lama, Enak didengar

Arie Koesmiran adalah seorang artis dan penyanyi remaja Indonesia pada era 1970-an.  lahir di kota Sidoarjo Jawa Timur pada 20 April 1958






Tuesday, 18 August 2015

“(Jiwa) yang Baik”

“(Jiwa) yang Baik” ,Dalam Apologia, Socrates, diceritakan dia mengajukan pembelaannya atas tuduhan-tuduhan para penuduhnya di hadapan para dewan. Dalam usahanya itu, ia memberikan pembelaan yang boleh dikata menjebol kebekuan manusia yang cenderung puas diri dalam kesempitan cara berpikir (dan karenanya juga melukai cita rasa publik bahkan juga cita rasa religius elit masyarakat pada waktu itu). 

Akibatnya jelas bahwa ia akhirnya dijatuhi hukuman mati. Kematian Socrates adalah kematian demi kebenaran. Kebenaran di sini tak lain adalah kebijaksanaan, yang dalam konteks Yunani kuno berarti pengetahuan. Bagi Socrates sendiri, pengetahuan itu berarti adalah pengetahuan akan “yang baik“. 


Adapun “yang baik“ itu adalah eudaimonia (Yun.) yang sering diterjemahkan sebagai kebahagiaan. Yang dimaksud Socates ini bukan sekadar kebahagiaan tetapi memiliki arti yang lebih dalam, yaitu sebagai suatu paham eksistensial yang menunjuk pada keadaan objektif, yakni berkembangnya seluruh aspek atau dimensi kemanusiaan seorang individu. Dengan paham ini maka jelaslah bahwa tujuan hidup manusia itu tak lain adalah membuat dirinya atau jiwanya berkembang secara menyeluruh dan sebaik mungkin. Dan “yang baik” itu dalam tataran spiritualitas Socrates adalah Tuhan sang kesempurnaan kebijaksanaan. 



Manusia musti memikirkan “yang baik“ itu, mencarinya, memahaminya, menghayatinya, dan melakukannya. Jika orang memiliki keutamaan ini, tentunya akan melakukan yang baik. Sebagai contoh, apabila orang tahu apa artinya tolong-menolong maka dalam hidupnya tolong-menolong inilah yang hendaknya terjadi atau ditindak kan dalam kehidupan ini. Baginya ( Socrates ) ketika orang tahu yang baik itu maka sudah barang tentu dia berlaku baik, oleh karena itu menurut Socrates kejahatan itu identik dengan ketidaktahuan. 



Pemikiran yang sedemikian ini membawa serta konsekuensi-konsekuensi yang sering tidak mengenak kan bagi mereka (misalnya: kesukaran-kesukaran, ketakutan, rasa malu, dsb.), apabila seseorang ingin dengan sungguh-sungguh mencari dan menindak kan “yang baik” tersebut. Orang di sini bertemu dengan yang namanya realitasnya, al. realitas kehadirannya, realitas kehadiran sesamanya, realitas tatanan hidup bersama dengan sesamanya, realitas dunia dimana ia berada, realitas relasi nya dengan dunia, realitas Tuhannya dan realitas relasi nya dengan Tuhan dalam hidupnya, dan realitas segala sesuatu yang ambil bagian di dalamnya. 



Berhadapan dengan segala realitas di atas, belum tentu manusia mampu untuk memahaminya, karena memang tidak mudah. Butuh yang namanya keberanian untuk menghadapi itu semua di samping penggerak lain yaitu “yang baik“. Ini penting! Mengapa? Usaha menggapai kebijaksanaan itu sekali lagi riskan dan bahkan berbahaya. 


Akhir tulisan ini kupikir  bahwa . Kematian atau lebih tepatnya kematian Socrates ini membawa siapa saja yang merenungkannya kepada kesadaran akan pentingnya “yang baik” yang ada dalam kehidupan ini. Sederhana namun sering terhalang oleh pikiran-pikiran sempit yang malah terkadang mengaburkan maknanya, lantaran tidak pernah direfleksikan secara mendalam. 


Kepuasan dan kenyamanan dengan hanya memperoleh bayangan semu dari “yang baik” ini bukanlah suatu yang patut diteruskan karena hanya akan membawa hidup ini pada pendangkalan dan bukannya pada perkembangan jiwa yang baik, yakni jiwa yang selalu mengembara, mencari, dan menemukan kebijaksanaan sejati.

Inilah kepalsuan yang menurut Socrates harus dihindari…..

Socrates berpendapat, bahwa dalam mencari kebenaran itu ia tidak memikir sendiri, melainkan setiap kali berdua dengan orang lain, dengan jalan tanya jawab. Orang yang kedua itu tidak dipandangnya sebagai lawannya, melainkan sebagai kawan yang diajak bersama-sama mencari kebenaran. Kebenaran harus lahir dari jiwa kawan bercakap itu sendiri. Ia tidak mengajarkan, melainkan menolong mengeluarkan apa yang tersimpan di dalam jiwa orang.

Sebab itu metodenya disebut maieutik. Socrates mencari kebenaran yang tetap dengan tanya-jawab sana dan sini, yang kemudian dibulatkan dengan pengertian, maka jalan yang ditempuhnya ialah metode induksi dan definisi.

Kedua-duanya itu bersangkut-paut. Induksi yang menjadi metode Socrates ialah memperbandingkan secara kritis. Ia tidak berusaha mencapai dengan contoh dan persamaan, dan diuji pula dengan saksi dan lawan saksi.


(Dari berbagai sumber)

Sunday, 16 August 2015

Sаnɡаt Dramatis..

Lagu Aerosmith yang  paling romantic, dirilis pada tahun 1998, kalau gak salah arti dari lagu іnі . Lagu yang  mengekspresikan  ‘rasa ingin tаυ араkаh dia juga mencintai aku ѕереrtі aku mencintai ԁіа ԁаn janjiku υntυk menjadi Hero baginya’…. Woooww… atau mungkin buat kamu yang Mаυ nunjukin kalo kаmυ bаkаƖ rela berkorban ԁаn ѕеƖаƖυ melindungi si ԁіа  ?... dengeriiin yaaa…!!!

Met menikmati lagu ini…moga terhibur.



Dilema Manusia

Dilema hidup Manusia, lagu yang mengisahkan tentang seorang pria yang sedang menjalani hubungan dengan kekasihnya yang baru. Namun hubungan tersebut berjalan dengan penuh keraguan bagi si pria karena dia belum bisa sepenuhnya mencintai sosok baru itu. Hal ini lantaran si pria selalu dihantui bayangan seseorang dari kisah masa lalunya....dengerin yaa ??!! ..sangat menyentuh hati .

Saturday, 15 August 2015

Papa Ku.





Papa...hanya do’a yang mampu sampai ketempat terindahmu
Semoga Allah selalu memberi kebahagiaan untukmu..

15 Agustus 1995 - 15 Agustus 2015

Mengisi Kemerdekaan itu gak sulit …Kok !!!.

  1. Yaaa.., dengan bersikap saling menghormati memang sangat diperlukan oleh masyarakat Indonesia yang pada dasarnya terdiri dari berbagai suku, ras dan agama yang berbeda-beda. Jika perbedaan tersebut tidak disikapi dengan rasa saling menghormati, maka tidak akan terjadi kemerdekaan yang sepenuhnya.
  2. Setiap Hal , walaupun kecil yang kamu lakukan untuk komunitas mu akan sangat berarti bagi kemajuan bangsa ini…. “Bayangkan lah bila setiap pemuda bisa berkontribusi di daerahnya masing-masing bahkan di daerah yang belum terjamah, maka tercapailah maksud dan tujuan dari kemerdekaan”.
  3. Untuk mendapatkan kemerdekaan yang sesungguhnya, kita masih butuh
    perbaikan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam hal pendidikan dan kesehatan.
  4. Bangga menggunakan produk dalam negeri dan brand lokal lainnya, maka dengan mendukung perkembangan brand tersebut, bahkan  mampu mendorongnya untuk dikenal oleh masyarakat dunia , maka kita semua akan merdeka.
  5. Kemandirian dalam segala bidang kehidupan masyarakat wujud dari kemerdekaan itu sendiri,  Jika Negara ini masih bergantung dari import, hutang akan membuat diri bangsa ini semakin loyo dan mental bangsa ini akan  terjajah. Jadi  bangga kepada hasil Karya bangsa lain. artinya bangsa kita belum MERDEKA...!!!!
  6. Menghormati Norma Hukum yang disepakati melalui Perwakilan/Permusyawaratan, Karena Kemerdekaan yang di suarakan (proklamasi) itu  pernyataan yang berisi keputusan bangsa menetapkan tatanan hukum nasional dan menghapus hukum kolonial.  Artinya kemerdekaan itu tidak ada diskriminasi, dan perbudakan . Hakikat kebebasan /merdeka itu tidak akan terwujud dalam sebuah masyarakat yang setengah anggota masyarakatnya menjadi setengah " Tuhan" dan setengahnya lagi menjadi hamba yang mengabdi dimana golongan ini harus mematuhi kekuasaan si-tuhan "jadi jadian ini".

MERDEKA 70 TAHUN





























Jika ada seorang penakut ditambah satu orang penakut ditambah lagi satu orang penakut .. maka hasilnya adalah tiga orang pemberani dan bukan lagi tiga orang penakut.

--Diena.com