Saturday, 23 July 2016

Hari Esok Untuk Anak Anak Kita.

Anak merupakan aset penting bagi sebuah bangsa, sehingga pendidikan dan pengasuhan yang diberikan harus mampu meningkatkan kualitas anak dimasa mendatang. Pendidikan harus dinomorsatukan, akan tetapi pola pendidikan yang diberikan harus mengarah pada potensi yang kita punyai. Artinya, bagaimana membangun nilai-nilai kerja keras, optimisme pada anak, bagaimana membangun karakter yang siap tahan banting serta berani bersaing. Selain pendidikan di bangku sekolah, pembangunan nilai-nilai luhur kepada sang anak juga sangat penting dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas, tangguh, kreatif, jujur, sehat, cerdas, berprestasi, berakhlak mulia.

Dunia Anak

Hari anak di Indonesia dirayakan pada tanggal 23 Juli. Kesemuanya ini dengan maksud untuk menghargai serta menghormati hak-hak anak disebabkan banyaknya kasus-kasus kekerasan dan pelecehan yang diterimanya. Kasus ini makin meningkat  setiap tahunnya.

Saat memulai untuk menuliskan tentang Hari Anak ini. Saya teringat pada sebuah buku yang kubaca  berjudul ‘Saat Berharga Untuk Anak Kita’ , bahwa:
1. Persiapkan anakmu untuk menjemput AKHIRAT, bukan dunia, dan perhatikan hak anakmu, sebelum menuntut hakmu.
2. Bahwa masa-masa berharga untuk menanamkan nilai luhur kepada anak memang tidaklah panjang, maka diperlukan kejelian orang tua untuk dapat memanfaatkannya dengan baik.

Kita semua mengerti “Pengalaman itu menjadi  guru kehidupan”, begitu kata pepatah. Sejarah atau pengalaman adalah guru terbaik kehidupan. Orang-orang yang mengambil pelajaran dari mereka yang telah mendahului kita, Insya Allah akan tahu bagaimana memaknai tugas hidup sebagai orangtua. 
Saya melihat betapa tak bergunanya kebanggaan terhadap kreativitas dan kecerdasan anak, ketika mereka tidak tahu jalan hidup yang harus ditempuh. Bahkan ilmu agama yang tinggi pun akan sia-sia kalau mereka tidak mempunyai harga diri serta tujuan hidup yang pasti. Betapa banyak anak-anak yang memiliki keluasan ilmu agama, tetapi karena kita salah menanamkan tujuan, mereka justru menjadi pembawa kesesatan dengan ilmu yang ada pada dirinya.

Banyak orangtua yang berhasil mendidik anaknya bukan karena kepandaiannya mendidik anak, tetapi karena doa-doa mereka yang tulus. Banyak orangtua yang caranya mendidik salah jika ditinjau dari sudut pandang psikologi, tetapi anak-anaknya tumbuh menjadi penyejuk mata yang membawa kebaikan dikarenakan amat besarnya pengharapan orangtua. Di antara mereka ada yang selalu membasahi penghujung malam dengan airmata untuk merintih kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Di antara mereka ada pula yang menyertai langkah-langkahnya dengan niat yang lurus dan bersih.

Kadang seperti tak berkait langsung. Tetapi amal bergantung pada niatnya. Seorang ibu menyedekahkan hartanya karena mengharap ridha Allah dan penjagaan iman atas anak-anaknya, lalu Allah tegakkan dinding di hati anak sehingga tak terjangkau oleh kerusakan yang ada di sekitarnya. Boleh jadi seorang istri bersikeras meminta suaminya menyucikan harta, lalu Allah sucikan hati anak-anak mereka dari keruhnya hati dan kotornya pikiran. Boleh jadi pula ada bapak-bapak yang sibuk dengan perkara yang seakan tak bersentuhan dengan agama, tetapi sesungguhnya ia sedang menolong agama Allah, sehingga Allah berikan pertolongan kepada mereka. Allah datangkan pertolongan kepada mereka dengan jalan yang tak terduga.

Teringatlah saya dengan firman Allah, Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, pasti Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (Q.s. Muhammad [47:]: 7).
Ya Allah, alangkah masih sering lalai hati kita. Kita berbuat, tapi tanpa berniat. Bahkan di saat kita sedang sibuk berbicara agama pun, yang memenuhi hati seringkali bukan niat yang bersih. Akibatnya hati kita risau dan jiwa kita gelisah. Alih-alih membincangkan agama, yang ada justru perdebatan yang mengeraskan hati. Inilah antara lain yang menyebabkan sebagian ulama hilang kharismanya.


Astaghfirullahal ‘adzim. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Di zaman ketika wibawa sebagian ulama semakin rapuh, rasanya kita perlu menguatkan hati anak-anak kita. Di masa ketika masjid-masjid justru sibuk mengundang artis, kita perlu memperbanyak amal untuk memohon barokah Allah bagi kebaikan hidup kita dan anak-anak kita. Sesungguhnya Allah yang menggenggam hati manusia.

Semoga Allah mengampuni kelalaian kita. Semoga pula Allah menggerakkan hati kita untuk lebih mengingat-Nya, sehingga apa pun yang kita kerjakan mempunyai nilai di hadapan Allah. Semoga apa yang kita kerjakan sekarang, bisa menjadi bekal pulang ke kampung akhirat.

Telah berlalu masa orang-orang terdahulu. Setiap saat masa beralih dan zaman bertukar. Orang-orang yang dahulu berteriak lantang, sekarang mungkin sudah tinggal tulang belulang. Anak-anak yang dulu lucu-lucu, sekarang mungkin sudah menjadi penyejuk kalbu yang membawa haru karena tulusnya perjuangan mereka. Tetapi sebagian lagi mungkin justru menjadi penyebab airmata pilu para orangtua. Anak-anak yang dulu mengeja a-ba-ta-tsa, sekarang mungkin sedang aktif berdakwah. Tetapi sebagian lagi mungkin justru sedang sibuk menjual agama…

Masa berganti, zaman bertukar. Hanya hukum Allah yang tak pernah berubah, meskipun kita menggantinya setiap saat. Allah menyuruh kita mengambil pelajaran dari mereka yang telah pergi; baik mereka yang meninggalkan kebaikan maupun mereka yang membawa keburukan. Di dalamnya, ada hukum sejarah yang patut kita catat.

Ya… ya… ya… masa terus berganti. Kita tak bisa meminta anak-anak untuk menjadi seperti kita. Seperti nasihat ‘Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhahu, kita didik anak-anak kita untuk sebuah zaman yang bukan zaman kita. Terserah mereka akan jadi apa, yang penting ‘akidah, iman dan komitmen mereka sama dengan kita atau lebih teguh lagi.

Dunia terus berubah, pada masa kita kecil, alat pengirim berita paling cepat adalah telegram. Sekarang, ketika kita belum terlalu tua, telegram sudah tidak dipakai lagi. Telegram sudah menjadi teknologi yang ketinggalan zaman. Sekarang melalui perangkat kecil di tangan yang bernama komunikator, berita dari manca negara lengkap dengan fotonya bisa kita akses setiap saat. Anak-anak yang masih ingusan bisa mendapatkan ilmu-ilmu berharga lewat internet dengan kecepatan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Tetapi pada saat yang sama, lihatlah di bilik-bilik warnet itu, bagaimana sejumlah anak kaum muslimin sedang terombang-ambing di hadapan situs-situs porno.

Kita mungkin bisa mencegah dengan kekuasaan atas anak-anak itu. Tetapi apa yang sanggup kita kerjakan sesudah kita tiada? Tak ada. Itu sebabnya kita mulai perlu berpikir tentang bekal buat anak-anak kita sesudah jasad terkubur tanah. Allah Subhânahu wa Ta’âlâ mengingatkan, “Dan hendaklah orang-orang pada takut kalau-kalau di belakang hari mereka meninggalkan keturunan yang lemah, dan mencemaskan (merasa ketakutan) akan mereka. Maka bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan qaulan sadidan (perkataan yang benar).” (Q.s. an-Nisâ` [4:]: 9).

Di tempat ini, kita sudah pernah berbincang tentang qaulan sadidan. Adapun tentang takwa, rasanya tak ada yang dapat saya sampaikan. Iman masih lemah, ilmu nyaris tak ada, sementara amal hampir-hampir tak ada yang dapat dibanggakan. Ingin sekali saya berpesan tentang takwa, tetapi saya lihat hati ini masih amat keruh. Padahal ketika Allah berpesan agar kita takut kalau-kalau di belakang hari meninggalkan generasi yang lemah, hanya dua yang menjadi jalan keluarnya, yakni takwa dan berbicara dengan perkataan yang benar.

Inilah dua hal yang amat sederhana, tetapi butuh perjuangan yang tak pernah usai. Seperti anak-anak kita kelak, setiap saat bertarung pada diri kita bisikan-bisikan kepada kesesatan dan bisikan-bisikan takwa. Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha. Di hati kitalah semua bertarung.

Ya, dua hal itulah yang dapat kita harapkan menjadi bekal bagi anak-anak kita kelak. Bukan psikologi. Bukan sosiologi.

Semoga Allah kuatkan iman kita. Semoga pula Allah memperjalankan kita dalam takwa kepada-Nya. Semoga langkah kita senantiasa berada di atas niat yang kokoh dan tujuan yang baik. Semoga setiap langkah kita membawa kepada ridha-Nya dan meninggalkan bekas yang mantap di hati anak-anak dan keturunan kita, sehingga mereka senantiasa memenangkan bisikan takwanya.

Selebihnya, ada yang harus kita benahi. Tentang iman kita. Tentang ilmu kita. Juga tentang amal-amal kita.
Kepada Allah kita menggantungkan harapan. Hari-hari mendatang anak kita, di tengah tantangan yang semakin menakutkan, semoga dapat memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illallah. 

Semoga Allah memperjalankan mereka sebagai penolong-penolong-Nya. Allahumma amin.
Dikutip  dari narasi buku yang berjudul ;  

‘Saat Berharga Untuk Anak Kita’

Penulis: Mohammad Fauzil Adhim.

Published 2009 by Pro-U Media 
goodreads,com/book/show/7802795/saat-berharga-untuk-anak-kita



Thursday, 21 July 2016

JIKA DIA SEBUAH CINTA

Dear....


Dia tak menyiksa, Namun mengisi
Jika dia sebuah cinta...
Dia tak memaksa . Namun mengerti
Jika dia sebuah cinta...
Dia tak datang dengan kata...
Namun menghampiri dengan hati


Jika dia sebuah cinta...
Dia tak datang karena permintaan
Namun hadir karena ketulusan...
Kasih sayang...


Jika dia sebuah cinta...
Dia tak hadir karena kekayaan
Namun karena pengorbanan
Dan kesetiaan...


Jika dia sebuah cinta...
Dia menerima apa pun
Kekurangan yang aku punya...


Jika dia sebuah cinta...
Dia datang dari Syurga
Untuk menghapus...
Duka...




Dan berkata;


"Aku mencintaimu bukan karena engkau spesial, tapi karena engkau membuatku merasa spesial"


"Aku tak memintamu berikrar mencintaiku seumur hidup, sehari, atau seminggu, sewindu, atau mungkin, seumur jagung"






Cukup katakan;



"Hari ini aku mencintaimu...lalu Esok kau katakan lagi, sayang"




I MISS YOU SO MUCH
every moment in my life


Love & Dear…Just  the WAY  U are

by ; unknown07/21/2016.

Sunday, 17 July 2016

Demam Game Pokemon Go Mulai Mewabah di Indonesia.

Globalisasi adalah satu fenomena umum di mana info serta hubungan bisa dengan gampang dibuka. Globalisasi dapat disimpulkan sebagai sistem penyebaran unsur-unsur baru baik berbentuk info, pemikiran, pola hidup ataupun tehnologi dengan cara mendunia. Seperti dua mata koin yang tidak sama, globalisasi menawarkan keuntungan yang begitu besar dalam perkembangan perekonomian dan budaya  satu negara namun disisi lain ada pula dampak negatif yang diakibatkan seperti lunturnya budaya mulia lantaran serbuan budaya baru dari luar. Arus globalisasi mempengaruhi selera, ekpresi, kepercayaan, media informasi, nilai-nilai, ilmu dan pengetahuan serta tehnologi itu sendiri.

Di sisi lain, globalisasi bisa menyebabkan tantangan baru untuk seseorang. Nah, pada saat ini sudah ada satu bentuk aplikasi trend game baru dari Nintendo yang mulai mewabah di seluruh dunia termasuk Negara kita. Ini contoh tentang efek globalisasi di sektor teknologi dan budaya Dengan beragam keadaan seperti itu, diakui atau tidak, di masa globalisasi ini ada fakta yang tidak bisa disangkal, yakni ada pertarungan peradaban. Kelihatannya, budaya Barat lah sebagai pemenang dari pertarungan itu. Hal semacam ini bisa dilihat dari tanda-tandanya kalau remaja pada saat ini demikian menggandrungi budaya impor yang datangnya dari Barat. Fenomena itu memperlihatkan kalau tehnologi komunikasi lewat media masa dapat mempengaruhi pola fikir individu serta masyarakat. Hal itu membawa konsekwensi dampak yang luas biasa positif ataupun negatif.

Kita pastinya tahu kalau sekarang ini tehnologi detik demi detik selalu dimutakhirkan, begitu juga dengan beberapa produk dari tehnologi itu  mengingat pola kehidupan manusia yang makin hari makin modern di tiap-tiap bidang. Oleh karena itu, pergantian mencolok pada tiap-tiap aspek kehidupan manusia terjadi bersamaan dengan canggihnya sistim perangkat tehnologi informasi termasuk teknologi game yang berbentuk card game, puzzle dan casual game dan sekarang ini game berkonsep augmented reality (teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata, sumber;  Wikipedia.org).

Kembali ke pokok bahasan kita untuk hanya membahas soal game yang lagi trend saat ini yakni “Pokemon Go”, permainan ini pertama kali  dirilis pada 6 Juli 2016 di Amerika Serikat. Menurut pendapat beberapa kalangan masyarakat, permainan Pokemon Go mengajak penikmatnya untuk lebih aktif beraktifitas dan ini cocok untuk kultur masyarakat kota yang back groundnya kerja kantoran “duduk” dan lebih relevan lagi bagi pencegahan kegemukan atau obesitas.

Aku setuju jika tubuh yang sehat itu memang kuncinya ada pada banyaknya aktifitas bergerak  karena akan membuat banyak kalori yang akan terbakar jadi tak heran jika jawaban nya “ada manfaat”  tentang game baru ini. Cuma kita butuh juga mempertimbangkan hal kesehatan mata dan factor psikiatrik alias gangguan pikiran, perilaku dan proses mental.

Untuk kita ketahui bahwa Game Pokemon Go ini memakai konsep teknologi augmented reality. Konsep pertama augmented reality dikenalkan oleh Morton Heilig, seorang cinematographer pada tahun 1950-an. Ketika itu Augmented Reality membutuhkan sebuah alat yang besar sebagai alat output. Alat output bisa dipasang ditubuh kita (dikenal dengan nama HMD, Head Mounted Device), ada juga yang berupa monitor, seperti monitor TV, LCD, monitor ponsel, dll. Alat HMD pertama kali ditemukan pada tahun 1968 oleh Ivan Sutherland dari Harvard University. Augmented reality dengan input berupa sensor GPS (Global Positioning System) atau disebut juga penyelarasan sinyal satelit diperkenalkan pada tahun 2003 dari hasil penelitian Loomis, dkk pada karya ilmiahnya Personal guidance system for the visually impaired using GPS, GIS, and VR technologies, pada tahun 1994.

Pada tahun 1996, Rekimoto dalam karya ilmiahnya Augmented Reality Using the 2D Matrix Code. In Proceedings of the Workshop on Interactive Systems and Software memperkenalkan marker 2D untuk pertama kalinya. Dua tahun kemudian AR toolkit, augmented reality library pertama kali diluncurkan oleh Kato.

Pada tahun 2009 Lab MIT(Mistry, dkk) meneliti sixth sense project dan Wear Your  World – A Wearable Gestural Interface dimana augmented reality ini di implementasikan pada kehidupan sehari-hari. Augmented Reality ini beda dengan Virtual Reality.

Virtual Reality itu yang memungkinkan pengguna bisa berinteraksi terhadap objek nyata yang disimulasikan menggunakan komputer atau handphone.  Cara kerja sistem ini: Pengguna memperhatikan suatu dunia semu, yang sebetulnya berbentuk gambar-gambar yang bersifat dinamis. Dengan media perangkat headphone atau speaker, pengguna bisa mendengar suara yang realistis. Dengan media headset, glove dan walker, semua gerakan pengguna dipantau oleh sistem kemudian sistem memberikan reaksi yang sesuai. Sehingga seolah-olah pengguna merasakan sedang berada pada situasi yang nyata, dan dapat dirasakan baik secara fisik maupun psikologis.

Contohnya, seorang calon pilot dapat menggunakan VR untuk simulasi penerbangan menggunakan komputer khusus untuk melakukan ujian.

Sedangkan Augmented Reality atau Realitas Tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda-benda maya (baik berdimensi 2 dan/atau berdimensi 3) dan benda-benda nyata ke dalam sebuah lingkungan nyata berdimensi 3, lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata agar terintegrasi dan berjalan secara interaktif dalam dunia nyata. berdasarkan deteksi satelit/citra, dan citra yang digunakan adalah marker. Prinsip kerjanya adalah kamera yang telah dikalibrasi akan mendeteksi marker yang diberikan, kemudian setelah mengenali dan menandai pola marker, webcam akan melakukan perhitungan apakah marker sesuai dengan database yang dimiliki. Bila tidak, maka informasi marker tidak akan diolah, tetapi bila sesuai maka informasi marker akan digunakan untuk me-render dan menampilkan objek 3D atau animasi yang telah dibuat dalam software sebelumnya.

Efek game ini terhadap kehidupan Gamer sehari hari.

Dari perilaku pengguna game ini, bahkan game game lainnya sudah menjadi bagian terpenting dari kehidupan manusia. Game ibaratnya sudah jadi kebutuhan primer dalam tatanan masyakat modern, sehingga tak heran jika putra-putri bangsa yang lahir di saat ini lebih dekat dengan Game ketimbang dengan keluarga atau lingkungan sosialitasnya. Dalam konteks game Pokemon Go tentunya efek kecanduan sudah pasti ada, sehingga akan memunculkan berbagai pendapat tentang dampak buruk dari game ini.

Seperti kita ketahui, kecanduan tentunya berefek buruk, tak perlu pakai  teori-teori modern untuk menelaah ini. Salah satu efek nyata kecanduan pada pola makan, atau malas makan dan lain sebagainya tentu sering dialami bagi mereka para pecandu game, karena konsentrasi pikiran dalam menikmati game.

Selain itu seorang gamer bisa punya masalah dengan mata dan mental, hal ini karena gamer selalu menghadapkan mata dan pikiran pada handphone. Sehingga radiasi yang dipancarkan dan emosi yang tidak terkendali  sangatlah tidak baik bagi kesehatan mata dan mental anda. Kesehatan mata akan terganggu secara tidak disadari, apalagi bagi anak kecil. Ada satu hal bahwa tak semua game itu baik, menurut penelitian yang pernah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics—yang antara lain dilakukan di Seattle Children’s Research Institute (2011), Iowa State University (2010), dan Stanford University School of Medicine (2009), kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang mental anak. Dan masih banyak efek lainya lagi yang tentunya butuh penelitian yang mendalam.

Belum lagi persoalan keamanan, jika Pokemon gamer melangkah keluar dimalam hari, apakah akan keluar untuk memburu pokemon melangkah ? Tentunya harus dipentingkan keamanan ketimbang pokemon. Efek dari game Pokemon Go juga bisa mengkhawatirkan jika game ini  mengakibatkan kecelakaan akibat para gamer sudah asyik dan kecanduan.

Initinya  ada baik buruknya segala sesuatunya itu di kembalikan  ke pribadi masing-masing terutama para orang tua mengawasi anak anak mereka. Game Pokemon Go ini, digunakan sebijaknya maka manfaat yang didapat juga sama, namun apabila berlebihan hingga kecanduan maka berbagai efek  buruknya bisa saja terjadi dan pastinya mengancam keselamatan gamer itu sendiri…!!

Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman teman semua.




By: HM

Sebuah Makna Hidup .

Di balik keringat yang deras itu, ada banyak harapan yang tertanam di sana. Hidup bukanlah sebuah protes, melainkan sebuah proses yang harus dijalani.

Proses hidup tak kenal kata indah atau buruk. Indah dan buruk itu sebuah kewajaran. Mengingat di dunia ini diciptakan berpasangan.

Jika sekarang kita mengalami demikian, maka dengan semangat, doa yang terpacu pada harapan, suatu saat kelak keburukan yang kita anggap teman pasti akan menjauh dan mengantarkan kepada keindahan.

Beginilah hidup, ada kalanya kita mudah mendapatkan apa yang kita inginkan, namun terkadang yang sudah ada di depan mata pun masih susah untuk menggapainya.  Mungkin kita butuh kata sabar.

Kata ibu padaku..jadi penulis itu menyenangkan, mengindahkan pikiran dan juga hati..tuliskan kata yang menggugah dunia, kumpulkan tinta mimpimu, rangkailah jadi kisah yang mengharumi bumi, tebar  dan buncahkan semangatmu ke setiap pribadi.

Terpikir dalam hati ini; “Akan datang suatu masa di mana ku akan berjalan sendiri. Hanya Allah saja yang akan menjadi pelindungku“.

Berjalan sendirian, tanpa orang terkasih,  gelap, dan pandangku menggelap, ketika ku pernah mencakar keadaan, ku tonjok udara yang hampa, hingga ku tersadar, semua ini takdir Tuhan.

Tidak ada yang indah selain ikhlas menerimanya. Protes berarti sia-sia dan takkan merobah apapun untuk diriku..hanya sedih dan sakit hati, inilah jalan hidupku hingga ku benar-benar akan berjalan sendiri, yang ku bisa hanya mencurahkan keluh kesah atau nada ceria kepada Tuhanku.

Bukan karena Tuhan tak mengabulkan keinginanku lantas ku membenci Nya, melainkan karena inilah salah satu pemberian Nya  yang terindah ku dapatkan, hingga ku selalu bersujud  untuk mengharap berkah kasih sayang  Allah.., ku bisa merasakan selimut kasih sayang Nya dalam bait doa di setiap waktuku pada  Allah dan memohon;

“Sejukkan hati dan pikiranku ini  Ya Allah…Aku tahu Hidup itu Proses dan tak ada Hak ku untuk Protes pada Mu….”.



By: Ey

Saturday, 2 July 2016

Bermuhasabah Tentang Sikap Jujur

Sejauh mana kita sebagai umat muslim dapat menjadi manusia yang seutuhnya? Manusia yang taat dan takwa kepada Allah Subhannahu wa Ta'alaa. Dapat bersikap jujur dan menjadi tauladan bagi sesama….seperti yang dikatakan oleh Ali Bin Abi Thalib, orang yang jujur itu akan mendapatkan 4 hal, KEPERCAYAAN, CINTA dan RASA HORMAT, Sabar. Ini tidak semudah lidah berbicara. Namun pahala sifat itu amat indah, percaya dan yakin bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar dan jujur. Mari kita latih diri kita untuk selalu berbicara yang benar faktanya.

Karena Allah mengetahui segala-galanya. Dan sifat jujur itu adalah pertanda orang yang sehat dan waras. Salah satu tanda-tanda hari kiamat kata pak ustadz ketika kudengar di mesjid, saat diangkatnya amanah, dan urusan umat akan diserahkan kepada orang yang tidak tepat dan tidak mampu menanganinya.

Kemudian, salah satu tandanya lagi adalah orang jujur akan dikatakan pengkhianat. Maksudnya, nanti orang orang jujur akan diragukan dan tidak dipercaya lagi.

Sementara itu, pendusta, orang munafik, orang yang pandai bersilat lidah dan pengkhianatlah yang akan dipercaya. Ini sudah terlihat kasat mata di depan kita saat ini.

Rasulullah Saw bersabda, "Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).” (HR. Bukhari-Muslim, Ahmad, At-Tirmidzi, Abu Dawud)

Berani jujur itu hebat. Berani jujur itu suatu kebanggaan. Itu slogan sebuah lembaga anti rasuah. Berlaku curang sudah membudaya dalam keseharian kita di Indonesia. Saat kecil terbiasa menyontek, beranjak remaja biasa melanggar aturan lalu lintas. Kalau jadi pejabat menjadi biasa mengambil duit rakyat. Kalau jadi pengusaha biasa tidak membayar pajak. Kalau kelakuan  curang jadi biasa, berarti jadi jujur itu disebut luar biasa.

Jadi, silahkan pilih masih mau yang biasa biasa saja kah?
Ayo..bersikap jujur demi diri sendiri dan masa depan negeri ini!!

Punya teman yang jujur itu rezeki.
Punya teman yang mengajarkan kebaikan itu rezeki.
Punya teman yang bisa diajak suka dan duka itu rezeki.
Punya teman yang menerima apa adanya itu rezeki.
Punya teman yang tidak bermuka dua itu anugerah.

Luqman yang bijak menasehati anaknya. Dia berkata,
"Wahai putraku.. hendaklah perkara pertama yang engkau cari setelah iman kepada Allah, adalah sahabat yang jujur. Sesungguhnya sahabat yang jujur itu seperti pohon yang rindang. Jika engkau duduk di bawah naungannya, dia akan menaungimu, jika engkau mengambil sesuatu darinya, dia akan mengenyangkanmu dan jika dia tidak bermanfaat bagimu, dia tidak mencelakakanmu”.
Jujur itu bukan masalah sebuah kemenangan atau kekalahan. Jujur pada diri sendiri merupakan sebuah cara sederhana untuk mendapatkan kebahagiaan.

Jujur saja..aku menulis soal ini untuk menasihati diriku sendiri. Dan kalau ada yang mendapat manfaatnya, apa salahnya kan. Kita bermuhasabah diri bersama semata karena Allah. 


Selamat berpuasa, sahabatku dimana saja berada.


By: EY

Thursday, 30 June 2016

Kenapa Perlu Mengetahui Mazhab

Pengertian mazhab itu adalah metode (manhaj) implementasi ajaran Islam yang dibentuk melalui pemikiran, kemudian orang yang menjalani akan  menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya.

Seorang Mujtahid yang telah merumuskan keputusan atas beberapa persoalan dalam implementasi ajaran Islam, kemudian diikuti oleh banyak orang, beliau inilah yang disebut sebagai Imam Mazhab. Karena setiap muslim yang berakal sehat pasti mampu untuk mencari atau memahami argumen-argumen ushuluddin/akidah dengan menggunakan akal pikiran, sehingga dalam masalah-masalah akidah ini tidak perlu dan tidak dibolehkan bertaqlid kepada orang lain. Akan tetapi dalam masalah-masalah fiqih/furu'uddin tidaklah demikian, artinya tidak semua orang -bahkan sedikit sekali- yang mampu menggali hukum dari sumbernya yang asli yaitu Al Qur'an dan hadits. Hanya para mujtahidlah yang mampu melakukan pekerjaan (ijtihad) ini. Oleh karena itu, dalam masalah fiqih ini orang awam (yang belum mencapai peringkat ijtihad) diwajibkan bertaqlid kepada seorang marja' (perujukan).

Dalam pengertian yang sama ketika kita dihadapkan pada sebuah permasalahan yang tidak ditemukan rujukan eksplisit dari Quran maupun sunnah, maka seseorang akan berfikir baik dengan menimbang secara rasional maupun dengan menggunakan data tambahan sebagai rujukan, untuk mendapatkan kesimpulan agar segera dapat diambil tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Usaha semacam inilah yang secara umum dikenal dengan kata ijtihad. Secara khusus makna ijtihad dibatasi hanya untuk para ulama tertentu yang "memiliki" kualifikasi sebagai seorang mujtahid. Dalam pengertian ini, usaha serupa yang dilakukan orang awam tidak disebut sebagai ijtihad.

Pentingnya kualifikasi tentu saja berkaitan dengan "tingkat kesempurnaan" atau akurasi pengambilan keputusan. Orang dengan penguasaan Quran 70%, Sunnah 80%, diharapkan mampu untuk lebih akurat menganalisa masalah dan mengambil keputusan dibandingkan mereka yang tingkat penguasaan Quran dan Sunnahnya tidak lebih dari itu. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa pendapat orang awam pada satu kasus tertentu lebih akurat dibanding pendapat ulama atau bahkan mujtahid. Untuk kasus khusus seperti ini seorang ulama yang arif tak segan untuk mengambil pendapat orang awam tersebut dan menjadikannya sebagai sandaran hujjah dalam keputusan yang diambilnya. Umar bin Khattab pernah mencontohkan hal demikian dengan kalimatnya yang terkenal, "...ibu ini benar, dan Umar salah"...

Seorang Mujtahid yang telah merumuskan keputusan atas beberapa persoalan dalam implementasi ajaran Islam, kemudian diikuti oleh banyak orang, beliau inilah yang disebut sebagai Imam Mazhab.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqh Al Islami wa Adilatuhumenyebutkan  6 tingkatan mujtahid fiqih.

Pertama:
Mujtahid mustaqil (mujtahid independen).
Ini tingkatan paling tinggi. Seorang mujtahid mustaqil memiliki kemampuan untuk menetapkan kaidah-kaidah fikih berdasarkan kesimpulan terhadap perenungan dalil Al Quran dan Sunah. Selanjutnya, kaidah-kaidah ini digunakan sebagai landasan dalam membangun pendapatnya. Di antara ulama yang telah mencapai derajat mujtahid mustaqil adalah para imam mazhab yang empat.

Kedua:
Mujtahid mutlaq yang tidak mustaqil.
Mereka adalah orang yang telah memenuhi persyaratan dalam berijtihad secara independen, namun mereka belum membangun kaidah sendiri tetapi hanya mengikuti metode imam mazhab dalam berijtihad. Mereka memiliki kemampuan menetapkan hukum dari beberapa dalil sesuai dengan kaidah yang ditetapkan pemimpin mazhab. Bisa jadi, mereka berselisih pendapat dalam beberapa masalah yang terperinci di bidang fikih, namun secara prinsip, mereka mengikuti imam mazhab. Seperti murid para imam mazhab.

Ketiga:
Mujatahid muqayyad (mujtahid terikat).
Mereka adalah kelompok ulama mujtahid yang memiliki kemampuan untuk mengkiaskan keterangan-keterangan yang disampaikan oleh imam mazhab, untuk memecahkan permasalahan baru yang tidak terdapat dalam keterangan-keterangan ulama mazhab. Pendapat hasil ijtihad ulama pada tingkatan ini disebut dengan “al wajh”. Terkadang, dalam satu mazhab, para ulama dalam mazhab tersebut berbeda pendapat, sehingga sering dijumpai dalam penjelasan di buku fikih, pada suatu permasalahan terdapat sekian wajh. Artinya, dalam permasalahan itu terdapat sekian pendapat dalam mazhab tersebut.

Keempat:
Mujtahid takhrij.
Mereka adalah deretan ulama yang men-takhrij beberapa pendapat dalam mazhab. Kemampuan mereka dalam menguasai prinsip dan pengetahuan mereka dalam memahami landasan mazhab telah menjadi bekal bagi mereka untuk menguatkan salah satu pendapat.


Kelima:
Mujtahid tarjih.
Mereka adalah kelompok mujtahid yang memiliki kemampuan memilih pendapat yang lebih benar dan lebih kuat, ketika terdapat perbedaan pendapat, baik perbedaan antara imam mazhab atau perbedaan antara imam dengan muridnya dalam satu mazhab.

Keenam:
Mujtahid fatwa.
Mereka adalah para ulama yang memahami pendapat mazhab, serta menguasai segala penjelasan dan permasalahan dalam mazhab, sehingga mereka mampu menentukan mana pendapat yang paling kuat, agak kuat, dan lemah. Namun, mereka belum memiliki kepiawaian dalam menentukan landasan kias dari mazhab.

Tambahan 1 peringkat oleh Ibnu Abidin yakni:

Ketujuh,
Tingkatan para muqallid (orang yang taklid).
Mereka adalah orang yang tidak mampu membedakan antara (pendapat) yang kuat dan yang tidak kuat. Inilah tingkatan umumnya dari masyarakat.

Mazhab itu ada 4 (empat) yang terkemuka dan menjadi rujukan umat islam hingga hari ini:

Mazhab Al-Hanifiyah.
Didirikan oleh An-Nu’man bin Tsabit (80-150 H) atau lebih dikenal sebagai Imam Abu Hanifah. Beliau berasal dari Kufah dari keturunan bangsa Persia. Beliau hidup dalam dua masa, Daulah Umaiyah dan Abbasiyah.
Mazhab Al-Hanafiyah ini; Sangat dikenal dan terkemuka dalam masalah pemanfaatan akal/logika mengupas masalah fiqih.

Mazhab Al-Malikiyah.
Mazhab ini didirikan oleh Imam Malik bin Anas bin Abi Amir Al-Ashbahi (93– 179H).
Berkembang sejak awal di kota Madinah dalam urusan fiqh. Mazhab Al-Malikiyah  ini, merujuk dalam segala sesuatunya kepada hadits Rasulullah SAW dan cara hidup penduduk Madinah, meski tanpa harus merujuk kepada hadits yang shahih para umumnya.
Mazhab ini adalah kebalikan dari mazhab Al-Hanafiyah. Kalau Al-Hanafiyah banyak sekali mengandalkan nalar dan logika, karena kurang tersedianya nash-nash yang valid di Kufah, mazhab Maliki justru 'kebanjiran' sumber-sumber syariah.

Mazhab As-Syafi'iyah.
Didirikan oleh Muhammad bin Idris Asy Syafi’i (150 – 204 H).Beliau dilahirkan di Gaza Palestina (Syam) tahun 150 H, tahun wafatnya Abu Hanifah dan wafat di Mesir tahun 203 H.

Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Beliau mampu memadukan fiqh ahli ra'yi (Al-Hanafiyah) dan fiqh ahli hadits (Al-Malikiyah).

Mazhab As-Syafi'iyah ini :
Al-Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Imam Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya, ”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka ia (hadis) adalah madzhabku, dan buanglah perkataanku di belakang tembok,”
Beliau tidak mengambil perkataan sahabat karena dianggap sebagai ijtihad yang bisa salah. Beliau juga tidak mengambil Istihsan (menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah dan perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i mengatakan, ”Barangsiapa yang melakukan istihsan maka ia telah menciptakan syariat.” Penduduk Baghdad mengatakan, ”Imam Syafi’i adalah nashirussunnah (pembela sunnah),”

Mazhab Al-Hanabilah.
Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani (164 – 241 H) dikenal sebagai Imam Hambali. Dilahirkan di Baghdad dan tumbuh besar di sana hingga meninggal pada bulan Rabiul Awal. Beliau memiliki pengalaman perjalanan mencari ilmu di pusat-pusat ilmu, seperti Kufah, Bashrah, Mekah, Madinah, Yaman, Syam.

Imam Syafi’I adalah guru beliau ketika datang ke Baghdad, sehingga menjadi mujtahid mutlak mustaqil. Gurunya sangat banyak hingga mencapai ratusan. Ia menguasai sebuah hadis dan menghafalnya sehingga menjadi ahli hadis di zamannya dengan berguru kepada Hasyim bin Basyir bin Abi Hazim Al-Bukhari (104 – 183 H).

Mazhab Al-Hanabilah 
Dasar madzhab, adalah Al-Quran, Sunnah, fatwah sahahabat, Ijam’, Qiyas, Istishab, Maslahah mursalah, saddudzarai’. Imam Ahmad tidak mengarang satu kitab pun tentang fiqhnya. Namun pengikutnya yang membukukan madzhabnya dari perkataan, perbuatan, jawaban atas pertanyaan dan lain-lain.

Namun beliau mengarang sebuah kitab hadis “Al-Musnad” yang memuat 40.000 lebih hadis. Beliau memiliki kekuatan hafalan yang kuat. Imam Ahmad mengunakan hadis mursal dan hadis dlaif yang derajatnya meningkat kepada hasan bukan hadis batil atau munkar.

Jadi untuk dapat memilih dan mentaqlidi salah seorang dari mereka- haruslah dengan bantuan dan perantara "ahli khibrah". "Ahli khibrah" ialah orang-orang yang telah lama (kira-kira lebih dari 20 tahun) mempelajari dan mengkaji ilmu-ilmu agama sehingga mereka telah mampu menilai, menentukan dan membedakan antara mujtahid dan antara a'lam dengan yang tidak.


Semoga bermanfaat.


By: ZM

Friday, 17 June 2016

Kanal Dotonbori di Osaka Jepang versus Kali Ciliwung

Ada sebuah kenanganku dari sebuah perjalanan yang tercecer dalam benakku tentang sebuah Kanal Dotonbori di Osaka Jepang, kanal yang dibuat oleh keluarga pengusaha Osaka Jepang bernama Yasoi Doton pada tahun 1612 sampai 1615 atas perintah Toyotomi Hideyoshi penguasa keshogunan Edo saat itu. Yasoi Doton menggali kanal ini   dengan uangnya sendiri, lalu dibuatkan juga sebuah jembatan bernama Ebisubashi dan Neon Glico yang berada di atasnya termasuk salah satu simbol kota Osaka saat ini. Jembatan ini pertama kali dibangun hampir bersamaan dengan digalinya kanal.

Sekarang sudah menjadi “watermark” kota Osaka. Di kedua sisi kanal sampai Jembatan Ebisubashi terdapat promenade Tonbori Water Park yang dilengkapi tempat-tempat duduk, dan jembatan Ebisubashi ini merupakan ujung dari arkade perbelanjaan Shinsaibashi. Shinsaibashi ialah nama area shopping street. Dua distrik yang ku maksud disini ialah distrik Umeda di bagian utara Osaka dan juga distrik Namba di selatannya (pas jembatan Ebisubashi). 
Disini ada toko-toko yang menjual berbagai brand, butik, dan juga restoran yang menyajikan masakan lokal maupun internasional. 


Pada saat aku berdiri di jembatan Ebisubashi terbayang daerah Hayam Wuruk, Gajah Mada dan Harmoni Jakarta. Akhirnya pikiranku melayang ke Kali Ciliwung..hehe. Ciliwung kenapa ciliwung ya? Sepertinya Kali Ciliwung bisa disulap jadi pusat bisnis dan rekreasi seperti kanal Datonbori deh, tapi? Apakah masyarakat Jakarta mau kalau kali kesayangannya direnovasi? "Bisa saja" gumamku sendirian, kalau semua yang dikerjakan itu membawa manfaat bagi semua masyarakat ..ya kenapa tidak dimulai? Memang pemkot DKI masih konsisten melanjutkan program normalisasi sungai – sungai atau kali di Jakarta namun baru sebatas membersihkan sampah rumah tangga dan sampah industri belum tersentuh apalagi berpikir untuk menjadikan sungai sebagai sumber pendapatan masyarakat dan daerah. Kalau cuma sebatas untuk dijadikan Objek Wisata Sungai tanpa menggali potensi sungai/kali lebih besar lagi maka ke depannya sungai/kali hanya buat berenang dan bersampan ria doang, manfaat ekonominya tidak terasa.. 

Pembaca yang budiman, jika Kali - Kali  di Jakarta dikelola dengan baik maka dapat menjadi sumber pendapatan ekonomi buat kesejahteraan warga di sekitar nya. Contohnya Kanal Datonbori di Osaka Jepang  yang terkenal di seluruh dunia ini. Ibaratnya jantung, Dotonbori pun seolah tidak pernah berhenti berdetak. Aktivitasnya berlangsung selama 24 jam, mulai dari wisata kanal pada siang hingga sore hari, hingga pusat hiburan malam hingga dini hari, dan tak lupa wisata kuliner selama 24 jam. Menurut cerita nih, pada tahun 1962 sejumlah warga di Osaka ini masih suka membuang langsung sampah rumah tangga ke kanal ini gak ubahnya seperti di Jakarta. Kondisi kali makin diperparah dengan sampah dari industri-industri yang tengah berkembang pesat pada saat itu. Meski kotor, bau dan mengandung penyakit, namun kali itu tetap saja digunakan warga Osaka untuk segala kebutuhan hidup sehari hari, baik itu untuk mencuci, mandi, dan minum. Kalo saat musim panas tiba, airnya menjadi sangat bau, persis seperti halnya nasib kali – kali atau sungai yang ada di perkotaan di negara kita saat ini..

Di tahun 1970-an Dewan Pemerintah Kota Osaka mensahkan Peraturan Daerah Pengendalian Pencemaran Air, mengontrol limbah, mengawasi pembuangan limbah, dan mengendalikan pembuangan limbah domestik. Intinya, semua potensi yang mencemarkan air kali, dikontrol ketat oleh Walikota Osaka. Luar biasa, katanya lagi..gak butuh banyak waktu tahunan ternyata air kanal berubah total jadi bersih dengan kerja yang konsisten dan tegas dari pemerintah kota Osaka.

Dengan bersihnya air kanal ini maka penyediaan air untuk kebutuhan hidup bisa dimanfaatkan warga pinggiran yang menggunakan air kanal Datonbori  melalui  fasilitas air PAM sekaligus menghilangkan penyakit warga yang disebabkan oleh air kotor, hampir nol persen. 

Dengan pembuatan sistem pengolahan air PAM ini, pemkot mendapat penghargaan standar internasional untuk manajemen keamanan pangan ISO 22000 tahun 2008, lalu ikut di ajang Monde,air asal Osaka ini mendapat penghargaan internasional di Belgia. (sumber ; http//kotakitaku.blogspot.co.id). Untuk pembaca ketahui, Ajang Monde selection di Belgia ini merupakan event pemberian penghargaan kualitas  pengujian dan analisis barang konsumen masyarakat seluruh dunia. Seperti bir, air baku, minuman ringan, produk makanan, kesehatan, kosmetik secara independen.

Pemandangan di sekitar kanal Datonbori dapat dinikmati sepanjang hari sambil berjalan kaki menyusuri pinggiran kanal maupun duduk di kursi-kursi yang telah disediakan. Namun untuk waktu dan pemandangan terbaik, ku sarankan untuk berkunjung pada sore-malam hari dengan kapal sampan kecil. Dotonbori ini sebuah distrik di area Namba yang menjadi “nyawa” atau “jantung”-nya kota Osaka. Gak kalah suasananya dengan kota Tokyo.

Di Dotonbori kita juga bisa mencicipi teh hijau khas Jepang. Kue bolu khas Portugal, castellan, pun ada. di sepanjang jalan, penjual jajanan khas Osaka yakni takoyaki, berlomba menawarkan dagangannya. Bau harum kue takoyaki menyergap indera penciuman kita ketika ada disana, bercampur bau dengan bau parfum dari toko-toko di sekitarnya…hehehe..bayangin deh aromanya kayak apa?

Tur dengan kapal sampan di sore hari akan memberikan sensasi yang berbeda karena kita bisa melihat matahari terbenam, dan di saat yang bersamaan melihat puluhan lampu neon pada billboard di sepanjang pinggiran kanal menyala. Waaah nyaman banget rasanya…!!

Oh iya, Kota Osaka ini merupakan sebuah kota metropolis air dan kota pelabuhan yang dikenal dengan sungai-sungainya dan punya jembatan terbanyak di Jepang.  Osaka juga dikenal sebagai lumbung pangan atau Tenka no Daidokoro karena Osaka merupakan pusat distribusi bahan makanan untuk seluruh Jepang. Harga beras untuk seluruh Jepang dipatok berdasarkan harga beras Pasar Beras Dojima yang ada di Osaka.

Membayangkan Kota Jakarta bisa sebersih ini, kapan yaa? Kita kudu punya pemimpin  yang visioner, disiplin dan konsisten membuat program  yang riil bagi tumbuhnya pusat pertumbuhan ekonomi dan lingkungan yang sehat. Jakarta oh Jakarta..kota ini makin sumpek dan warganya makin jutek..Kunci sebenarnya maukah kita move on dan mulai fokus kerja bersama membenahi kota kita ini? Jujur kukatakan bahwa tak ada yang luar biasa di saat ku berjalan di negeri orang asing itu, kekurangan kita cuma gak disiplin dan konsisten menjaga lingkungan hidup yang kita punya. 

Aku bangga jadi orang Indonesia, karena negeri ini diberikan keindahan alami oleh Maha Pencipta. Sayangnya kita semua tidak pernah bersyukur alias tidak menjaga dan merawatnya....!! 


Subhanallah..